Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Pasang Target Gila: Ekspor ke Eurasia Digenjot Naik 100%!

📅 Jumat, 12 Des 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Pasang Target Gila: Ekspor ke Eurasia Digenjot Naik 100%! Doc: ANTARA FOTO/ M RISYAL HIDAYAT
Ket. Ilustrasi - Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

JAKARTA – Memperkuat kerja sama perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar nontradisional dan mengurangi ketergantungan pada mitra dagang utama.

Kawasan ini menawarkan potensi besar melalui akses ke komoditas energi, pangan, dan teknologi, sekaligus membuka peluang bagi produk unggulan Indonesia menembus pasar yang memiliki preferensi dan kebutuhan industri yang beragam.

Harmonisasi standar, penyederhanaan prosedur perdagangan, serta penjajakan perjanjian preferensial dapat meningkatkan kelancaran arus barang dan investasi.

Dengan memperdalam hubungan ekonomi ini, Indonesia dapat memperkuat ketahanan perdagangan dan meningkatkan posisi tawarnya di kancah global.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia naik 100 persen, setelah ditandatanganinya Kesepakatan Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-Eurasia Economic Union Free Trade Agreement/ I-EAEU FTA).

"Kita sih targetnya dua kali (lipat) lebih, 100 persen target kita," ujar Budi, di Jakarta, Jumat (12/12).

Dengan adanya kesepakatan I-EAEU FTA, maka produk Indonesia yang masuk ke negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, seperti Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarusia, dan Kyrgystan akan mendapat tarif 0 persen.

Menurut Budi, pasar Indonesia cukup besar di wilayah tersebut. Selain itu, Indonesia juga mengimpor berbagai barang modal dari negara-negara Uni Ekonomi Eurasia.

"Pasar kita di sana cukup besar dan kita juga impor barang-barang modal kan di sana, gandum, terus fertilizer yang untuk pupuk," kata Mendag.

Pada 2024, perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia tercatat 4,1 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 1,5 miliar dolar AS, naik 36 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan, impor Indonesia dari Uni Ekonomi Eurasia tercatat sebesar 2,4 miliar dolar AS, turun 4 persen dari tahun sebelumnya.

Beberapa produk unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar di pasar Uni Ekonomi Eurasia antara lain minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), tekstil, produk manufaktur, pertanian dan perikanan.

Penandatanganan kesepakatan I-EAEU FTA ditargetkan paling cepat dilakukan pada 20-21 Desember 2025 di EAEU Summit, St.Petersburg, Rusia. Indonesia dan EAEU tengah berkoordinasi untuk menentukan waktu penandatanganan perjanjian itu.

Seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia tengah berupaya menyelesaikan prosedur internal di tiap negara. Kesepakatan ini diharapkan dapat ditandatangani pada tingkat Menteri Perdagangan di hadapan para kepala negara yang hadir dalam EAEU Summit mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.