Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Natal, Mendag Budi Santoso Pastikan Stok Bahan Pokok di Kalbar Aman

📅 Jumat, 12 Des 2025, 08:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Natal, Mendag Budi Santoso Pastikan Stok Bahan Pokok di Kalbar Aman Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso saat meninjau stok bahan pokok di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kamis (11/12)

PONTIANAK - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan stok bahan pokok di Provinsi Kalimantan Barat aman dan cukup menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 setelah meninjau langsung ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Flamboyan Kota Pontianak.

"Secara umum, harga bahan pokok di Pontianak bagus, harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Flamboyan normal, dan sejumlah komoditas berada di bawah harga acuan, seperti bawang merah yang dijual Rp38.000 per kilogram dari harga acuan Rp41.500. Kami juga melihat aktivitas belanja masyarakat cukup ramai," kata Mendag Budi Santoso di Pontianak, Kamis (11/12).

Ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan stok bahan pokok di Kalbar terpantau aman dan cukup. Namun, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya cabai, akibat faktor cuaca.

"Memang ada komoditas yang sedikit naik seperti cabai. Tetapi pemerintah sudah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan. Pada prinsipnya, pasokan cabai cukup, hanya proses pemetikannya terkendala cuaca," tuturnya.

Dalam peninjauan tersebut, Mendag turut didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan. Hadir pula Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan Kepala Disperindag ESDM Provinsi Kalbar, Syarif Kamaruzaman.

Sejumlah harga komoditas yang terpantau di Pasar Flamboyan antara lain, beras medium Rp13.500/kg, beras SPHP Bulog Rp12.600/kg, gula pasir Rp17.500/kg, Minyakita Rp15.700/liter.

Daging ayam ras Rp40.000/kg, bawang merah Rp38.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, beras premium Rp16.500/kg, tepung terigu Rp12.000/kg, minyak goreng curah Rp18.000/liter, minyak goreng premium Rp22.000/liter.

Daging sapi Rp150.000/kg, Telur ayam ras Rp32.000/kg, cabai merah keriting Rp70.000/kg, cabai merah besar Rp70.000/kg dan cabai rawit merah Rp65.000/kg.

Sebelum meninjau Pasar Flamboyan, Mendag Budi Santoso berkunjung ke pasar murah yang digelar di Gereja Katolik Santo Petrus Kanisius, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menjual bahan pokok di bawah HET sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga menjelang Natal dan tahun baru.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjual bahan pokok di bawah harga eceran tertinggi dan harga acuan. Tujuannya untuk membantu saudara-saudara kita menyambut Natal dan Tahun Baru. Kami sangat mendukung upaya tersebut," kata Mendag.

Ia mengapresiasi langkah Pemprov Kalbar, Pemkab Kubu Raya dan Pemkot Pontianak yang telah melakukan koordinasi intensif guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

"Kami mengapresiasi pemerintah daerah di Kalbar yang telah melakukan langkah strategis dan koordinatif melalui dinas terkait dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Pemprov Kalbar menyediakan 1.000 paket bahan pokok berisi beras premium 5 kg, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter. Setiap paket dijual Rp70.000, jauh lebih rendah dari harga pasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.