Tebu Menanti, Petani Bangkit: Strategi Baru Hadapi Harga Komoditas Fluktuatif
Kamis, 11 Des 2025, 00:00 WIBPenurunan harga singkong saat panen memaksa petani Lampung mengevaluasi strategi tanamnya dengan mendorong peralihan ke tebu sebagai upaya menjaga pendapatan dan stabilitas usaha tani.
TULANGBAWANG BARAT â Jatuhnya harga singkong membuat petani di Lampung, khususnya Tulangbawang Barat, saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kondisi ini membuat petani antusias mengganti tanamannya ke tanaman tebu.
âJangan ditunda-tunda lagi!Ayo segera daftar sekarang berapa pun luas tanahnya!â kata Saeful Hidayat, perwakilan dari Sugar Group Companies (SGC) saat sosialisasi Kemitraan Tebu yang dilakukan SGC diBalai Tiyuh Margodadi, Tumijajar, Tulangbawang Barat, Lampung, Rabu (10/12).
Wakil Bupati Tulawangbawang Barat, Nadirsyah yang selalu hadir dalam sosialisasi kemitraan di wilayahnya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. âIni berarti Sugar Group memperhatikan kepentingan rakyat petani. Mau gak tanam tebu? Siap gak?Harus mau dan harus siap ya,â kata Nadirsyah di hadapan petani yang hadir dalam sosialisasi.
Menurutnya, rakyat petani Tulangbawang sangat antusias menyambut kemitraan tebu yang ditawarkan SGC. âLihat saja sendiri, ruangan penuh terisi para petani yang sangat berharap ekonominya pulih.Di Tulangbawang Barat saja, sosialisasi ini merupakan titik yang ke-12,â katanya.
Prasojo, 48 tahun, warga Margodadi yang datang dengan mengajak kawan-kawannya, langsung mendaftar 5 hektare (ha) tanahnya untuk bermitra dengan SGC. Dengan menanam tebu, dia berharap penghasilannya bisa meningkat.
Dia mengaku pernah menanam singkong.Karena hasilnya tidak menggembirakan, saat panen harga anjlok diduga karena adanya singkong impor, dia pun berjanji tidak akan menanam singkong.
âIni saat tepat beralih ke tebu.Saya belum pernah menanam tebu. Tapi saya yakin hasilnya akan baik makanya saya daftar 5 hektare untuk ikut kemitraan. Saya ajak kawan-kawan saya ke sini untuk ikut kemitraan yang ditawarkan Sugar Group,â kata Prasojo.
Generasi Unggul
Petinggi SGC yang hadir di sosialisasi kemitraan, Purwaty Lee mengatakan, selain menawarkan kemitraan mandiri dengan menanam tebu, SGC juga menawarkan pendidikan gratis bagi putra-putri terbaik Lampung.
âKami punya dua politeknik di Lampung Tengah dan Tulangbawang Barat.Silakan kalau Bapak Ibu mau mendaftarkan anaknya, gratis. Syarat utamanya cuma niat. Selama pendidikan tidak dipungut biaya sama sekali, ada asrama, dan mendapat makan tiga kali sehari. Tidak hanya itu, setelah lulus langsung bekerja di SGC,â kata Purwaty Lee.
Politeknik Tunas Garuda yang berada di Tulangbawang Barat mempunyai tiga jurusan, teknologi manufaktur, pemeliharaan alat berat, dan teknologi rekayasa mesin pertanian.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: M. Selamet Susanto
Berita Terkait:
-
Cavaliers Pecahkan Rekor Kemenangan Beruntun Terpanjang Klub
-
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Stasiun Bus Denpasar Untuk Pemudik
-
Manchester United Rugi, Absen dari Kompetisi Eropa Mulai Menggerus Pendapatan
-
Obat Anti Penuaan Optimalkan Fungsi Imun
-
Gempa Afghanistan Renggut 3 Korban Jiwa
-
Gunung Marapi di Sumbar Meletus Lagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,6 Km
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.