MRT Jadikan Lebak Bulus Kawasan TOD

Kamis, 11 Des 2025, 01:15 WIB

JAKARTA – Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, dalam peresmian Stasiun MRT Lebak Bulus, Rabu, merencanakan, menjadikan Stasiun Lebak Bulus kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) ketiga. Ini sebagai konsep pengembangan area perkotaan. Sudah ada TOD di Dukuh Atas dan Blok M. Kini Lebak Bulus baru ini,” jelas Tuhiyat.

Tuhiyat menyatakan tujuan ini selaras dengan mandat pemerintah membangun pengembangan bisnis dan kawasan TOD, terutama setiap stasiun MRT. Kawasan TOD diharapkan mampu mempertahankan prinsip keberlanjutan perusahaan yang diberikan amanah untuk memberikan pelayanan publik.

Ket. Foto: Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia. — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

“Kami ditugaskan membenahi pedestrianisasi, interkoneksi dan sebagainya dalam radius 800 meter di setiap stasiun, seperti yang dilakukan di Stasiun Lebak Bulus,” ucapnya. Dalam rangka mendukung TOD di Stasiun Lebak Bulus, MRT juga menyiapkan tempat parkir kendaraan yang terkoneksi dengan transportasi umum (park and ride) dan pusat perbelanjaan (mall) Point Square melalui jembatan.

Park and ride yang akan dibangun ini berkapasitas besar dengan menggunakan pendanaan kreatif (creative financing) oleh MRT Jakarta. “Kami berencana membangun area campuran di sampingnya untuk membiayai park and ride. Tujuannya agar penumpang dari arah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan berhenti di sini, lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT menuju pusat kota,” ucapnya.

Kawasan TOD Lebak Bulus diharapkan bisa mengurangi kepadatan pusat kota dengan memberikan pelayanan penuh. Stasiun Lebak Bulus merupakan stasiun pertama dari 13 stasiun menuju Bundaran HI. Ada sembilan stasiun layang hingga secretariat Asean dan enam stasiun bawah tanah hingga Bundaran HI.

MRT Jakarta meresmikan nama Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari bisnis perusahaan dalam bidang penjualan hak penamaan (naming rights). “Semoga kolaborasi antara MRT Jakarta dan BSI dapat memberikan keuntungan kedua belah pihak, terutama bagi publik,” kata Tuhiyat.

Dia mengatakan mendapatkan mandat pemerintah untuk membangun infrastruktur. Juga mengoperasikan dan memelihara kereta, jalur, dan stasiun. Tugas lain adalah membangun kawasan transit di setiap stasiun.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.