UB Kirim 10 Penjernih Air Portabel untuk Korban Bencana Sumatera
Rabu, 10 Des 2025, 00:00 WIBMALANG - Universitas Brawijaya (UB) baru-baru ini memberangkatkan bantuan alat penjernih air portabel ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat sebagai bentuk kontribusi institusi dalam pemulihan pascabencana.
Program ini merupakan kolaborasi lintas fakultas, yang diinisiasi oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Muhammad Fakhri, dan dikembangkan secara teknis oleh dosen Fakultas Teknik (FT), Riyanto Haribowo.Â
Pengiriman bantuan dilakukan pada Minggu (7/12), bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis UB, sebagai simbol keterlibatan aktif kampus dalam upaya kemanusiaan.
Sebanyak 10 unit alat penjernih air dan 10 unit genset diberangkatkan terlebih dahulu menuju Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan akses air bersih.
Selanjutnya, UB merencanakan distribusi ke berbagai lokasi lain berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
Inovasi alat penjernih air ini berangkat dari kebutuhan nyata saat terjadi bencana, ketika akses terhadap air bersih sering kali terputus.
Riyanto Hariwibowo, mengatakan ide pembuatan alat tersebut muncul dari kegiatan pengabdian UB yang fokus membantu korban bencana di Sumatera Barat.
âIde pembuatan alat ini berangkat dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya, untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat. Pada situasi bencana, akses air bersih sering terputus, sehingga dibutuhkan alat yang praktis, mudah dipindahkan, dan mampu menghasilkan air layak pakai dengan cepat,â ujarnya.
Alat penjernih air yang dikembangkan tim FT ini menggunakan sistem filtrasi dan sterilisasi bertingkat.
Unit tersebut dilengkapi Multi Sand Filter FRP 1035, empat unit housing filter 10 inci berisi sedimen dan karbon aktif, serta sterilisator UV kapasitas 12 GPM.
Sistem ini juga ditunjang oleh pompa air, panel listrik, pressure gauge, serta rangka galvanis dengan pipa PVC.
âAlat ini kami lengkapi dengan unit filtrasi dan sterilisasi bertingkat, mulai dari Multi Sand Filter untuk menyaring kekeruhan, housing filter berisi sedimen dan karbon aktif, hingga sterilisator UV untuk memastikan air bebas bakteri. Semua komponennya memang kami rancang agar mudah dipindahkan dan digunakan langsung di lapangan,â jelas Riyanto.
Proses perancangan alat dilakukan dengan menitikberatkan pada kebutuhan darurat di lokasi bencana. Mulai dari desain awal, pemilihan komponen, proses fabrikasi, hingga pengujian fungsi, seluruh tahapan disusun agar alat siap digunakan begitu tiba di lokasi terdampak.
âDalam proses pengembangannya kami mulai dari kebutuhan lapangan, yaitu menyediakan alat yang dapat menghasilkan air mendekati kualitas air minum namun tetap compact. Setelah perancangan, kami melakukan pemilihan komponen, fabrikasi, instalasi pipa dan kabel, serta pengujian fungsi agar alat benar-benar siap digunakan dalam kondisi darurat,â katanya.
Selain dikirim ke lokasi terdampak, alat tersebut juga diperkenalkan secara resmi dalam momen Dies Natalis UB.
âAlat ini sudah kami launching secara resmi pada Dies Natalis Universitas Brawijaya. Pada momen tersebut, alat ini akan kami perkenalkan sebagai salah satu kontribusi UB dalam mendukung penanganan bencana dan pelayanan air bersih di daerah terdampak,â ungkapnya.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, tim riset yang dipimpin Riyanto dan Fakhri berangkat ke Sumatera Barat pada Selasa (9/12) untuk melakukan survei langsung ke lapangan. Survei ini meliputi pemetaan kondisi sumber air, penentuan titik penempatan alat, serta evaluasi kebutuhan tambahan di wilayah lain. Hasil survei akan menjadi dasar distribusi lanjutan yang direncanakan UB dalam minggu-minggu berikutnya.
Dengan pemberangkatan alat penjernih air dan dukungan teknis tersebut, UB menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan peran perguruan tinggi bagi kemanusiaan.
Kolaborasi lintas fakultas ini menunjukkan bahwa riset dan inovasi kampus dapat diimplementasikan secara langsung untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.
- bencana Sumatra
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Buka Wilayah Terisolasi Dampak Bencana Aceh, Kementerian PU Tangani 5 Jembatan Darurat Bailey
-
Perkumpulan Perwira TNI/Polri Putra Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
-
Tahap Kedua, Pemkot Surabaya Kirim Empat Truk Bantuan Kemanusiaan ke Sumatra
-
Tegas! Komisi IV Kasih Tenggat Waktu 30 Hari untuk Kemenhut Bongkar Pelaku Illegal Logging
-
Rp100 Miliar Digelontorkan Kemensos untuk Penanganan Bencana di Sumatra
-
Pemulihan Jaringan di Sumut Capai 97 Persen
-
Menteri Bahlil Bakal Tindak Izin Tambang yang Langgar Aturan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.