Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam KEK Baru Siap Meluncur: Pemerintah Bidik Investasi Raksasa Rp300 Triliun

📅 Selasa, 09 Des 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Enam KEK Baru Siap Meluncur: Pemerintah Bidik Investasi Raksasa Rp300 Triliun Doc: ANTARA/ HO-PT Hotel Indonesia Natour
Ket. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru dengan proyeksi potensi investasi mencapai Rp300 triliun, sebuah langkah strategis untuk memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekspansi ini diproyeksikan mendorong masuknya modal swasta, memperkuat industrialisasi berbasis lokasi, serta menciptakan rantai nilai baru di sektor manufaktur, logistik, dan jasa.

Namun, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar, kepastian regulasi, dan konsistensi insentif fiskal maupun nonfiskal.

Tanpa perbaikan tata kelola dan percepatan realisasi investasi di KEK yang sudah ada, potensi ekonomi Rp300 triliun berisiko hanya menjadi target di atas kertas.

Pemerintah perlu memastikan desain KEK baru lebih terarah, fokus pada keunggulan komparatif wilayah, dan terhubung dengan kebutuhan industri jangka panjang.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu membeberkan keenam KEK baru itu bakal ditetapkan pada 2026.

"Special economic zone (KEK) ini, sampai tahun 2025, kita sudah mempunyai 25 (KEK). Dan, tahun depan, mudah-mudahan bisa bertambah enam lagi akan menjadi 31 (KEK)," kata Todotua dalam acara Indonesia Special Economic Zone (SEZ) Business Forum di Jakarta, Selasa (9/12).

Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah.

Maka dari itu, jumlahnya diproyeksikan bertambah menjadi 31 KEK tahun depan.

Meski demikian, ia belum merinci lokasi dan sektor dari enam KEK baru tersebut karena proses penetapannya masih berjalan.

"Sedang proses itu, nanti setiap munculnya (KEK baru) akan di-launch," jelasnya.

Todotua menambahkan bahwa masing-masing KEK mempunyai fokus pengembangan yang berbeda.

"Dalam semua realisasi KEK ini masing-masing memiliki speciality-nya, ada untuk industrialisasi, kesehatan, digital, tourism, dan lain-lain," tuturnya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat strategi pengelolaan kawasan, termasuk konsolidasi kebijakan serta pemberian fasilitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.