Politeknik ATK Yogyakarta Perkuat Transformasi SDM Industri Kulit, Alas Kaki, Karet dan Plastik Berbasis Teknologi dan Daya Saing Global

Senin, 08 Des 2025, 15:04 WIB

YOGYAKARTA –Politeknik ATK Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing global, khususnya di sektor kulit, produk kulit/alas kaki, karet, dan plastik. Langkah tersebut ditempuh melalui modernisasi kurikulum, penguatan sarana prasarana berstandar industri, serta perluasan jejaring kerja sama dengan pelaku usaha nasional maupun internasional.

Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan menyampaikan bahwa institusinya menargetkan menjadi penyelenggara pendidikan tinggi vokasi industri yang unggul di tingkat global pada 2030, sekaligus berperan strategis dalam mendukung pembangunan industri nasional.

Ket. Foto: Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan (kiri) saat meneken kerja sama Politeknik ATK Yogyakarta dengan Pemkab Magetan untuk membuka program Akademi Diploma-III atau D3 Kulit guna memajukan SDM daerah setempat yang dikenal sebagai sentra kulit November 2025 — Sumber: Antara

 “Kami fokus mencetak tenaga ahli yang siap kerja, kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi motor penggerak industri hilir. Arah pembangunan pendidikan vokasi kami sejalan dengan kebijakan Kementerian Perindustrian dalam memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Sonny di Yogyakarta, Senin (8/12).

Model Pendidikan Dual Sistem – 4 Semester di Kampus, 2 Semester di Industri

Politeknik ATK menerapkan pendidikan dual sistem 4-2, yaitu empat semester pembelajaran teori, praktik dan praktikum di kampus, dan dua semester pengalaman industri melalui skema MBKM, sehingga mahasiswa memperoleh exposure langsung pada proses produksi, teknologi, dan manajemen operasional.

Menurut Sonny, model ini menjadi kunci keberhasilan link-and-match antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

 “Industri menginginkan tenaga kerja yang siap operasional dan memiliki mindset teknologis. Skema ini menjawab kebutuhan tersebu,"sebutnya.

Tiga Program Studi Strategis

Hingga saat ini Politeknik ATK menyelenggarakan tiga program studi jenjang Diploma 3:

1. Teknologi Pengolahan Kulit

2. Teknologi Pengolahan Produk Kulit

3. Teknologi Pengolahan Karet dan Plastik

Ketiga program studi tersebut difokuskan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis tinggi, mulai dari proses produksi, desain, material, hingga pengujian mutu.

Fasilitas Modern dan Showcase Industri 4.0

Penguatan pendidikan vokasi didukung berbagai fasilitas pembelajaran industri modern, antara lain laboratorium kimia, mikrobiologi, polimer, pengujian fisis, desain, pengolahan limbah, serta deretan workshop sepatu, busana, produk kulit, karet, dan plastik.

Selain itu, Politeknik ATK memiliki Satelit PIDI 4.0 yang terintegrasi dalam pembelajaran, termasuk pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pemeriksaan kualitas kulit, dengan sasaran IKM.

 “Transformasi digital tidak bisa ditunda. Kami membawa teknologi 4.0 langsung ke bengkel kerja, agar mahasiswa dan IKM memiliki kemampuan praktik terkini,” jelas Sonny.

Produk Teaching Factory dan Inkubasi Bisnis

Untuk mendukung industri kreatif dan kewirausahaan, Politeknik ATK mengembangkan produk teaching factory seperti sepatu, clutch, tas, serta program inkubasi bisnis industri (IBI) yang telah melahirkan tenant di bidang sepatu custom, produk limbah plastik, kulit samak, dan jasa pembersih sepatu.

Akreditasi Meningkat dan Perbaikan Layanan Publik

Pada 2025, capaian peningkatan mutu dilakukan pada tiga prodi dan perpustakaan, termasuk peningkatan peringkat akreditasi, serta pembangunan zona integritas dan sarana layanan publik untuk meningkatkan kenyamanan mahasiswa dan tamu.

Serapan Lulusan Capai 80,92%

Hingga akhir November 2025, serapan lulusan Politeknik ATK mencapai 80,92%, dengan sertifikasi kompetensi yang mendukung kesiapan kerja di industri.

“Tingginya serapan lulusan menunjukkan bahwa industri percaya pada kualitas kurikulum vokasi kami,” tegas Sonny.

Kolaborasi Internasional dan Program Industri

Politeknik ATK juga menjalin kerja sama internasional, termasuk kelas internasional dengan PT Sailun Indonesia dan Qingdao Technical College, yang mengirim mahasiswa magang ke Tiongkok selama satu semester.

Selain itu, terdapat kelas industri berbasis beasiswa bersama Pemda Magetan dan Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia.

Riset Terapan untuk Industri Ramah Lingkungan

Pada 2025, dua tim dosen Politeknik ATK meraih grant riset kelapa sawit, dengan fokus pada teknologi penyamakan ramah lingkungan dan material sole berkelanjutan.

 “Riset kami diarahkan untuk mendukung industri yang hijau, efisien, dan berorientasi masa depan,” tambah Sonny.

Lonjakan Peminat Pendidikan Vokasi

Jumlah mahasiswa baru meningkat dari 149 pada 2024 menjadi 265 di 2025, termasuk 40 mahasiswa program kelas industri.

Kemenperin Apresiasi Penguatan Ekosistem Vokasi Industri

Kementerian Perindustrian menilai bahwa langkah-langkah yang dilakukan Politeknik ATK merupakan bagian penting dari strategi industrialisasi baru Indonesia, khususnya dalam memperkuat SDM kompeten, inovasi, keberlanjutan, serta pengembangan IKM.

Politeknik ATK disebut memiliki posisi strategis karena Indonesia memiliki basis industri kulit dan alas kaki yang kuat, serta potensi industri karet dan plastik yang terus tumbuh.

 “Kami ingin mencetak talenta yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap mengembangkan industri nasional,” tutup Sonny.

Diketahui, Politeknik ATK Yogyakarta merupakan institusi vokasi industri dengan sejarah panjang sejak 1954 dan telah bertransformasi menjadi politeknik pada 2015. Kampus berlokasi di Bantul, DI Yogyakarta, dan berkomitmen menjadi pusat pendidikan vokasi unggul di Asia Tenggara.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.