Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perluas Layanan MBG, Pemkab Bangka Tengah Bangun Lima SPPG Lagi

24 Senin, 08 Des 2025, 14:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perluas Layanan MBG, Pemkab Bangka Tengah Bangun Lima SPPG Lagi Doc: ANTARA
Ket. Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

KOBA– Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga kini sudah membangun tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memperluas jangkauan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Sementara ini sudah ada tujuh SPPG yang mulai berjalan di Bangka Tengah dan akan ada tambahan lima SPPG lagi,” ujar Algafry di Koba, Senin(08/12).

Pemkab Bangka Tengah kini memprioritaskan pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dan dua kawasan yang tengah menjadi fokus adalah Pulau Nangka dan Tanjung Pura. 

"Di Tanjung Pura sudah ada pembangunan, sedangkan untuk Pulau Nangka saya sudah koordinasi dengan masyarakat agar bisa digunakan untuk pembangunan SPPG,” katanya.

Menurut dia, keberadaan SPPG sangat penting untuk memastikan distribusi bahan pangan bergizi dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran, terutama anak-anak sekolah dan keluarga prasejahtera.

Adanya fasilitas tersebut, proses penyiapan menu bergizi dapat dilakukan lebih cepat dan sesuai standar pedoman gizi seimbang.

Pemkab Bangka Tengah juga sedang menyiapkan pelatihan bagi para petugas SPPG agar mampu mengelola pelayanan dengan baik.

Pelatihan itu mencakup pengolahan pangan, higienitas dapur, manajemen distribusi, hingga teknik komunikasi dengan masyarakat.

"Kami ingin setiap SPPG benar-benar siap dan berfungsi optimal,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah kelompok tani dan UMKM lokal untuk memasok bahan pangan segar.

"Ini kita lakukan agar program MBG tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok yang berkelanjutan," ujarnya.

Dinas Kesehatan Bangka Tengah terus melakukan pemantauan terhadap perubahan status gizi anak di wilayah yang telah memiliki SPPG.

“Kami melihat dampak positif mulai muncul, meskipun evaluasi akan terus dilakukan secara berkala,” kata Kepala Dinas Kesehatan Zaitun.

Ia berharap penambahan SPPG dapat mempercepat pencapaian target penurunan kasus gizi buruk dan stunting.

"Program MBG Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan generasi kita,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.