Para Bupati dan Wali Kota Wilayah Provinsi Riau Diminta Mencermati Peringatan Dini BMKG

Minggu, 07 Des 2025, 13:55 WIB

PEKANBARU – Setelah menerima peringatan dari BMKG, tak mau kecolongan, maka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyurati bupati dan wali kota daerah setempat untuk menindaklanjuti peringatan dini tersebut. Hal ini utamanya terkait kondisi cuaca dari Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

SF Hariyanto mengatakan hal itu sebagai langkah antisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, angin puting beliung, dan gerakan tanah (longsor). Berdasarkan informasi BMKG, kata dia, cuaca di Riau pada 5-11 Desember 2025 iprediksi terjadi hujan sedang, lebat, hingga sangat lebat.

Ket. Foto: cuaca ekstrem — Sumber: ist

"Iya, kami sudah menyampaikan surat peringatan dini cuaca ke kabupaten/kota, karena diprediksi BMKG wilayah Riau pada 5-11 Desember 2025 akan terjadi hujan sedang, lebat. hingga sangat lebat," kata SF Hariyanto di Pekanbaru, Minggu.

Plt Gubernur Riau dalam suratnya memberikan arahan kepada bupati/walikota se-Riau untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi di wilayah Riau guna memastikan kesiapsiagaan di level masyarakat berjalan baik dan efektif. Pertama terkait tindakan untuk mencegah dampak angin kencang saat kejadian dan pasca-kejadian. Kedua, tindakan untuk mencegah saat kejadian dan juga sesudah angin puting beliung.

Begitu juga untuk bencana banjir, Pemprov Riau juga merinci arahan untuk pencegahan saat kejadian dan jika ada peristiwa banjir. Diketahui pada Minggu (7/11), BMKG Riau juga sudah mengeluarkan peringatan dini terjadinya hujan pada pukul 11.00 WIB di seluruh wilayah Provinsi Riau. Terpantau di Kota Pekanbaru terjadi hujan sedang hingga lebat sejak pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB.

Bekasi Supersiaga

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, memastikan seluruh unsur pemerintah daerah dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem. Diskominfo Kota Bekasi, Minggu, menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bekasi telah menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan cuaca ekstrem di Kota Bekasi pada Jumat (5/12) dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Tri menerima laporan kesiapan dari BPBD, Dinas BMSDA, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan perangkat kecamatan. Atas kesiapsiagaan cuaca ekstrem, Pemkot Bekasi membatalkan pergelaran seni budaya Pesona Nusantara Bekasi Keren yang semula dijadwalkan pada Minggu (7/12).

Pemkot juga menyediakan kesiapan pompa, drainase, dan personel lapangan, termasuk memastikan ketersediaan pasokan sembako untuk kebutuhan darurat serta kesiapan armada perahu yang dapat dikerahkan apabila terjadi evakuasi. "Semua sistem harus siaga penuh. Peralatan, logistik, hingga jalur koordinasi harus bekerja cepat agar warga tetap aman," ujar Tri Adhianto.

Wali Kota memastikan seluruh protokol penanganan bencana di Kota Bekasi tetap berjalan dan terkoordinasi. Pemkot Bekasi mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melapor ke 112 jika menemukan potensi bahaya di wilayahnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.