Baku Tembak Terjadi Lagi di Perbatasan Pakistan-Afghanistan, 4 Warga Sipil Tewas
Sabtu, 06 Des 2025, 15:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: BBC
KANDAHAR - Baku tembak kembali terjadi di salah satu titik penyeberangan perbatasan utama Pakistan-Afghanistan semalam, menewaskan empat warga sipil, kata seorang pejabat Afghanistan, Sabtu (6/12).
Empat orang lainnya terluka, kata Abdul Karim Jahad, gubernur distrik Spin Boldak di Afghanistan selatan, kepada AFP.
Rumah sakit di kota perbatasan Pakistan, Chaman, mengatakan tiga orang telah dipulangkan setelah menderita luka ringan selama bentrokan tersebut.
Kedua belah pihak saling tuding telah melancarkan serangan "tanpa alasan" di perbatasan antara Chaman dan Spin Boldak meskipun gencatan senjata disepakati setelah bentrokan bulan Oktober.
"Sayangnya, malam ini, pihak Pakistan mulai menyerang Afghanistan di Kandahar, distrik Spin Boldak, dan pasukan Emirat Islam terpaksa membalas," tulis juru bicara pemerintah Taliban Zabihullah Mujahid di platform media sosial X pada Jumat malam.
Pakistan mengatakan Afghanistan-lah yang melepaskan tembakan pertama.
"Beberapa waktu lalu, rezim Taliban Afghanistan melancarkan tembakan tanpa alasan" di sepanjang perbatasan, kata Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, di X.
"Tanggapan yang cepat, tepat, dan intensif telah diberikan oleh angkatan bersenjata kita."
Penduduk di sisi perbatasan Afghanistan mengatakan kepada AFP, baku tembak terjadi sekitar pukul 10.30 malam dan berlangsung sekitar dua jam.
Ali Mohammed Haqmal, kepala departemen informasi Kandahar, mengatakan pasukan Pakistan menyerang dengan "artileri ringan dan berat" dan tembakan mortir telah mengenai rumah-rumah warga sipil.
Pengiriman Bantuan PBB?
Afghanistan dan Pakistan telah terkunci dalam pertikaian yang semakin sengit sejak otoritas Taliban kembali menguasai Kabul pada tahun 2021.
Masalah keamanan menjadi inti kontroversi, Islamabad menuduh Kabul melindungi kelompok militan, khususnya Taliban Pakistan (TTP), yang melancarkan serangan di wilayahnya.
Pemerintah Taliban di Kabul membantah tuduhan tersebut.
Lebih dari 70 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam bentrokan bulan Oktober.
Pertempuran itu berakhir dengan gencatan senjata yang dimediasi Qatar dan Turki, tetapi beberapa putaran perundingan berikutnya di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng dan perbatasan antara kedua negara tetangga Asia Selatan itu tetap ditutup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!