- Home
-
- Luar Negeri
-
- Maladewa Bidik Pekerja Mig...
Maladewa Bidik Pekerja Migran Indonesia Sektor Industri Spa
Kamis, 04 Des 2025, 16:31 WIBDENPASAR - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin bersama Wakil Menteri (Wamen) P2MI Christina Aryani melepas 40 calon PMI yang telah mengikuti pelatihan di Bali dengan keahlian terapis spa tujuan Maladewa.
"Mereka sudah satu bulan mengikuti pendidikan kilat (diklat),â kata Menteri P2MI Mukhtarudin di Denpasar, Bali, Kamis (4/12).
Sebanyak 40 peserta itu memiliki keahlian khusus industri spa yaitu terapis kebugaran fisik dan mental (wellness) yang tak hanya soal pemijatan, tapi juga penyembuhan dan relaksasi.
Para peserta telah mengikuti pelatihan intensif dengan biaya pelatihan dan akomodasi ditanggung penuh pemerintah, antara lain terkait teknik pemijatan dan keterampilan meracik minyak aromaterapi, di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.
Senada dengan Mukhtarudin, Wamen P2MI Christha Aryani menambahkan PMI dengan keahlian khusus tersebut merupakan program percontohan untuk pelatihan pekerja migran daerah lain di Indonesia.
Dalam pelatihan itu pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)
âKe depan ini bisa diduplikasi di wilayah kerja BP3MI sebagai cabang kami di daerah, agar lebih banyak masyarakat mendapatkan kesempatan,â ucapnya.
Sementara itu Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali Anak agung Gde Indra Hardiawan menjelaskan dalam pelatihan itu para peserta dibagi dalam dua kelompok masing-masing 20 orang, yaitu segmentasi terapi lanjutan dan terapi yang dikontrak untuk pertama kali.
Para peserta yang sebagian besar perempuan itu tidak hanya berasal dari Bali, tapi juga dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.
âUntuk segmen spa lanjutan periode Desember ini ada delapan peserta sudah diterima di beberapa perhotelan di Maladewa dan secara bertahap menyusul ditempatkan pada Maret 2026,â ucapnya.
Selain ke Maladewa, lanjut dia, pemerintah juga menjajaki negara lain yaitu Turki untuk PMI terapis spa itu bekerja sama dengan lembaga penyalur pekerja migran Indonesia.
Sementara itu salah satu peserta diklat Felicia Patricia Harly asal Sulawesi Selatan mendapatkan pelatihan terkait pemijatan ala Bali, lulur, perawatan wajah dan boreh atau rempah-rempah untuk perawatan kulit.
âSaya rencana ikut kontrak dua tahun di Maladewa,â kata Felicia.
Kementerian BP2MI menyediakan laman siskop2mi.bp2mi.go.id sebagai situs informasi untuk pekerja Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Selat Hormuz Lumpuh, Negara-Negara Teluk Kompak Pangkas Produksi Minyak
-
Puncak Arus Mudik dari Terminal Jatijajar Depok Diprediksi 18 Maret
-
Tim SAR Kembali Temukan Jasad Korban Longsor di TPST Bantargebang
-
Uus Kuswanto Resmi Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta di Balai Kota
-
Pelni Tingkatkan Frekuensi Pelayaran Rute Batam–Belawan
-
Jayawijaya Tingkatkan Sarana Olahraga di Empat Distrik
-
Spesialis Penyelam Gua Bawah Laut Finlandia Bergabung dalam Pencarian Jenazah 4 Penyelam Italia di Maldives
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.