Rupiah Hari Ini Tak Kebal Guncangan: Gangguan Logistik dan Produksi Turunkan Sentimen Investor

Rabu, 03 Des 2025, 20:13 WIB

JAKARTA – Pelemahan tipis rupiah belakangan ini dipengaruhi oleh faktor domestik, terutama meningkatnya risiko akibat bencana alam di beberapa wilayah Indonesia.

Gangguan aktivitas ekonomi, potensi terganggunya distribusi barang, serta meningkatnya kebutuhan fiskal untuk penanganan darurat memunculkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas jangka pendek.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas bank menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS. — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.

Meski tekanan yang muncul relatif terbatas, sentimen kehati-hatian investor bertambah karena bencana dapat memperlambat mobilitas, menekan produktivitas, dan menimbulkan ketidakpastian terhadap outlook pertumbuhan.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (3/12) sore, melemah sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.628 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.625 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan nilai tukar rupiah cenderung stabil kendati mengalami pelemahan tipis pada hari ini.

“Pelaku pasar lebih melihat pada volatilitas rupiahnya, kestabilannya, bukan hanya naik turunnya saja. Terkait pelemahan yang tipis hari ini, lebih karena faktor domestik bencana alam (di Pulau Sumatera),” ucapnya di Jakarta.

Menurut dia, rupiah memperoleh sentimen positif dari peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, ditambah isu penggantian Kepala The Fed.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya akan mengumumkan pilihan Kepala The Fed berikutnya pada awal tahun depan.

Orang yang bertanggung jawab atas proses seleksi, Menteri Keuangan Scott Bessent, mengatakan sebelumnya bahwa pilihan tersebut mungkin akan diumumkan sebelum Natal.

Tanpa memberikan informasi lain, Trump mengatakan kepada wartawan pada Minggu (30/11), bahwa ia tahu siapa yang akan ia dinominasikan.

Selama berbulan-bulan, Presiden AS telah mendesak The Fed untuk memangkas suku bunga dan mengatakan bahwa memilih pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua Fed berakhir pada Mei 2026, akan memberi kesempatan terbesarnya untuk mereformasi organisasi.

Ia mengecam Powell karena terlalu ragu-ragu dan malu-malu dalam mengupayakan pemangkasan suku bunga dan mengisyaratkan bahwa dirinya berharap pengganti Powell akan bertindak lebih tegas untuk menurunkan suku bunga.

“Faktor global masih akan memberikan ruang penguatan rupiah ke depan seiring dengan prospek penurunan bunga The Fed. Namun, pelaku pasar masih mencermati kemampuan fiskal pemerintah yang semakin bergantung pada penerbitan obligasi negara, terutama dalam penanganan bencana alam Sumatera,” kata Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak data di level Rp16.632 per dolar AS, sama seperti hari sebelumnya.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.