Pemerintah Siapkan Distribusi Udara, 50 Ton Beras Disuplai ke Sibolga

Rabu, 03 Des 2025, 08:33 WIB



JAKARTA – Rapat koordinasi penyaluran bantuan beras di Sumatera Utara, Selasa (2/12), menjadi angin segar bagi para relawan yang sejak awal berjibaku di lokasi banjir, longsor, dan gempa bumi di 17 kabupaten/kota di Sumut. 

Dari Posko Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara, para relawan menyebut keputusan pemerintah melalui kolaborasi Kementan, Bapanas, Perum Bulog, dan Pemprov Sumut untuk memperkuat suplai beras sebagai “oksigen” bagi dapur umum yang selama ini bekerja dengan stok serba terbatas.

Relawan menggambarkan situasi lapangan yang kompleks: lebih dari 1,66 juta warga terdampak, 135.264 jiwa mengungsi, dan ratusan ribu lainnya terisolasi akibat banjir bandang yang memutus akses jalan serta longsor yang menutup jalur distribusi. Dalam kondisi seperti itu, dapur umum sangat bergantung pada pasokan beras untuk memenuhi kebutuhan makan harian pengungsi.

Di Posko tersebut, salah satu relawan Pramuka Dicky berharap  bantuan beras yang disalurkan oleh Bapanas bisa berjalan lancar dan tiba tepat waktu di Sibolga, karena semua akses darat ke Sibolga masih terputus.

Pernyataan ini menggambarkan harapan para relawan terhadap masuknya bantuan ke titik-titik terisolasi yang sangat bergantung pada kepastian logistik.

Karena itu, Ia menilai penggunaan data rinci BPBD mulai dari total terdampak, jumlah pengungsi, meninggal, hilang, hingga kondisi unik per kabupaten/kota memberikan kepastian bahwa penyaluran beras kini akan dilakukan lebih terukur, berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Dari perspektif dapur umum, beras adalah komponen yang paling krusial. “Sekali pasokan seret, antrean makan langsung memanjang dan potensi kerawanan sosial meningkat,” ujar Kepala Bidang RR BPBD Sumut, Zul.

Dengan adanya komitmen Bapanas untuk memaksimalkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta mempercepat distribusi melalui Bulog dan pemerintah daerah, para relawan merasa memiliki sandaran yang kuat untuk terus menyalakan api dapur.

Relawan berharap kesinambungan suplai ini dijaga setidaknya hingga masa tanggap darurat berakhir, mengingat sebagian besar warga kehilangan mata pencaharian dan belum mampu kembali mandiri. Bagi mereka, keberpihakan negara melalui penyaluran beras bukan hanya soal logistik, tetapi juga pesan moral bahwa perjuangan mereka di garis depan tidak dilakukan sendirian.

Dalam rakor tersebut, Deputi Ketut Astawa juga menyinggung tantangan penyaluran di wilayah pantai barat yang akses daratnya terputus. “Untuk Kota Sibolga dan kawasan sekitarnya, termasuk Tapanuli Tengah, kita bersiap menggelar distribusi melalui jalur udara bersama TNI AU. Akses dari Medan dan Bandara Ferdinand Lumbantobing di Pinangsori masih sangat terbatas akibat kerusakan jalur darat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini turut berdampak pada pasokan ke Pulau Nias. “Kondisi Sibolga tentunya kita harus antisipasi dampaknya terhadap daerah sekitar, seperti ke wilayah Nias. Karena itu, intervensi cepat menjadi keharusan agar stabilitas pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak menanggung beban lebih berat di tengah situasi bencana,” tegasnya.

Ketut Astawa memastikan Bapanas bersama Kementan, Bulog, Pemda, dan seluruh stakeholder segera melakukan pengiriman beras secara bertahap begitu jalur dan cuaca memungkinkan, dengan prioritas pada kantong-kantong pengungsian berisiko tinggi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.