Gunungkidul Perkuat Komitmen Pengembangan Geopark di Forum Nasional
Rabu, 03 Des 2025, 17:00 WIBJAKARTA - Sebagai wilayah yang berada dalam lanskap karst Gunung Sewuâkawasan yang pada 2015 ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari Global Geopark NetworkâKabupaten Gunungkidul terus memperkuat peran dalam pengembangan geopark berkelanjutan. Untuk mendukung peningkatan kapasitas pemerintah daerah sekaligus memperdalam pemahaman tentang tata kelola geopark, Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) menggelar Indonesiaâs Geopark Leader Forum: Building Knowledge for Indonesiaâs Geopark Development di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).
Forum tersebut diikuti 15 gubernur, 49 wali kota dan bupati, perwakilan kementerian/lembaga yang tergabung dalam KNGI, serta berbagai pemangku kepentingan geopark di Indonesia. Kehadiran Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen daerah dalam pengelolaan Geopark Gunung Sewu.
"Didampingi Kepala Bappeda Gunungkidul dan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul kami menandatangani komitmen untuk tetap menjaga dan merawat Geopark bersama Wonogiri Jawa Tengah dan Pacitan Jawa Timur," kata Bupati Endah seusai acara.
Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa perawatan ekosistem geopark merupakan bagian dari mitigasi bencana. Karena itu, ia mendorong seluruh daerah yang memiliki kawasan geopark untuk menjaga kelestarian wilayahnya agar lebih tahan terhadap risiko bencana.
"Diharapkan Geopark menjadi salah satu indikator dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029, seperti integrasi pengembangan wilayah, penekanan terhadap quality tourism, dan peningkatan nilai tambah geoproduk lokal sebagai modal ekonomi kreatif yang berkelanjutan," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang turut hadir, menegaskan bahwa kepala daerah harus ikut aktif dalam menjaga kawasan geopark melalui pengelolaan yang melibatkan banyak pihak.
"Hal tersebut dilakukan melalui pengelolaan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (multi-stakeholders) dengan berlandaskan pada tiga pilar, yaitu edukasi, konservasi, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dan pendekatan semacam ini dijalankan secara bottom-up dan berkelanjutan," ujarnya.
Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam jumlah geopark terbanyak setelah Cina dan Spanyol, dengan total 12 kawasanâjumlah yang masih berpotensi bertambah karena beberapa situs belum didaftarkan. Adapun Geopark di Gunungkidul mencakup kawasan Nglanggeran serta bentangan pesisir Pantai Selatan.
- Gunung Kidul
- geopark
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Pemkot Bengkulu Mulai Verifikasi dan Validasi 15.500 Peserta PBI JKN yang Dinonaktifkan
-
Wamenhub Tinjau Puncak Arus Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Ciwandan
-
Parade Ogoh-Ogoh Sanur Metangi 2026 Sambut Nyepi dan Promosikan Seni Budaya Bali
-
23 Ribu Kendaraan di Jakarta Sudah Diuji Emisi pada Awal 2026
-
MBG untuk Lansia? Mensos sebut Masih Dalam Tahap Pematangan Konsep
-
Langit AS Kacau Usai Badai Salju Selimuti Pantai Timur
-
Cuaca Jakarta Hari Ini, Awal Tebal Menyelimuti Seluruh Wilayah DKI dari Pagi hingga Malam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.