Trump: Kesepakatan Akhiri Perang Russia-Ukraina Semakin Dekat

Senin, 01 Des 2025, 22:00 WIB

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (30/11), menyatakan optimisme terhadap proses negosiasi yang tengah berlangsung untuk mengakhiri perang Russia-Ukraina, dengan menyebut adanya peluang besar untuk mencapai kesepakatan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah pejabat tinggi AS dan Ukraina menggambarkan pertemuan mereka pada Minggu di Florida sebagai pembicaraan yang “produktif”. Trump mengonfirmasi bahwa ia telah berkomunikasi dengan para negosiator utama, yakni Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff, serta menyatakan bahwa proses dialog “berjalan dengan baik”.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump. — Sumber: Antara

“Saya pikir Russia ingin melihat perang ini berakhir, dan… saya tahu Ukraina juga menginginkannya,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One saat dalam perjalanan kembali ke Washington DC dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Witkoff dijadwalkan bertemu pejabat Russia dalam pekan ini untuk melanjutkan pembahasan. Namun, Trump menegaskan bahwa ia belum menetapkan tenggat waktu khusus bagi Moskow untuk menyetujui kesepakatan perdamaian.

“Satu-satunya tenggat waktu bagi saya adalah ketika perang itu benar-benar berakhir,” tegasnya.

Pertemuan di Florida, yang merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya di Jenewa, berfokus pada upaya menjamin masa depan Ukraina yang lebih kuat dan sejahtera. Rubio mengakui bahwa proses negosiasi masih “sensitif” dan memerlukan keterlibatan Russia sebagai “bagian dari persamaan”.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, yang memimpin delegasi Ukraina, mengatakan bahwa para pihak telah mencapai kemajuan nyata menuju perdamaian yang adil, setelah putaran negosiasi yang ia sebut sulit namun produktif.

Galang Dukungan

Terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (1/12), bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris untuk menggalang dukungan Eropa, di tengah pernyataan optimisme Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai guna mengakhiri perang Russia-Ukraina.

Pertemuan ini berlangsung setelah negosiator Amerika Serikat dan Ukraina mengadakan pembicaraan intensif selama berjam-jam di Florida pada Minggu yang oleh kedua belah pihak digambarkan sebagai diskusi yang “produktif”. Pembahasan tersebut menyoroti rencana yang diinisiasi Washington untuk dijadikan dasar kesepakatan damai antara Russia dan Ukraina.

Gejolak diplomatik ini terjadi setelah hampir empat tahun konflik, ketika Kyiv menghadapi tekanan militer di medan perang sekaligus diguncang skandal korupsi internal yang memaksa Zelensky memecat kepala staf sekaligus negosiator utamanya, Andriy Yermak.

Zelensky tercatat sebagai pengunjung rutin Paris sejak Russia melancarkan invasi besar-besaran pada Februari 2022. Kunjungan terbarunya ke Istana Kepresidenan Prancis dijadwalkan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan kepada surat kabar La Tribune Dimanche bahwa pertemuan tersebut ditujukan “untuk memajukan negosiasi”. Ia menegaskan bahwa “Perdamaian dapat dicapai jika Presiden Russia Vladimir Putin meninggalkan ambisinya membangun kembali kekaisaran Soviet dengan terlebih dahulu menaklukkan Ukraina.”

Sebelumnya, Washington telah mengajukan proposal awal berisi 28 poin untuk menghentikan perang, yang disusun tanpa masukan dari para sekutu Eropa Ukraina dan dikritik karena dianggap terlalu mengakomodasi tuntutan maksimalis Moskow terhadap wilayah Ukraina. Usulan tersebut mencakup penarikan pasukan Kyiv dari wilayah timur Donetsk serta pengakuan de facto Amerika Serikat atas Donetsk, Krimea, dan Lugansk sebagai bagian dari Russia.

Setelah negosiasi lanjutan di Jenewa lebih dari sepekan lalu, AS merevisi proposal tersebut menyusul kritik dari Kyiv dan Eropa, meski isi terbaru dokumen masih belum dipublikasikan.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dijadwalkan berada di Moskow pekan ini untuk pertemuan lanjutan dan diperkirakan akan membahas Ukraina dengan Presiden Vladimir Putin pada Selasa (2/12).

  • stabilitas kawasan

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.