Transjatim Integrasikan Angkutan Umum Malang Raya
Senin, 01 Des 2025, 04:34 WIBMALANG â Integrasi angkutan umum dengan berbagai moda mulai diterapkan di berbagai tempat, seperti di Malang Raya. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menegaskan operasional Bus TransJatim di wilayah Malang Raya mampu menciptakan integrasi antar angkutan umum sehingga memudahkan masyarakat mengakses Stasiun Malang. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan sisi timur Stasiun Malang sudah ditetapkan sebagai rute pemberhentian setiap unit Bus TransJatim.
"Integrasi antarmoda ini menjadi bagian dari upaya KAI untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan dan menggerakkan transportasi berkelanjutan bersama pemangku kepentingan," kata Luqman. Menurut dia, layanan Bus TransJatim untuk wilayah Malang Raya ini harus dimaksimalkan oleh setiap penumpang kereta api di Stasiun Malang karena tidak hanya terjadwal, tetapi mampu menghemat biaya perjalanan.
Tarif bus tersebut sebesar Rp5 ribu untuk penumpang umum dan Rp2.500 untuk kategori pelajar. Layanan Bus TransJatim koridor 8 atau Malang Raya kali pertama dioperasionalkan pada Kamis (20/11) dengan jumlah mencapai 15 unit bus, terdiri dari 14 bus beroperasi dan satu lainnya sebagai cadangan.
Pemaksimalan unit transportasi ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan bagi masyarakat dalam memprioritaskan penggunaan transportasi umum dalam rangka mengurangi tingkat polusi dan kemacetan. Luqman menyatakan per harinya di Stasiun Malang terdapat 12 jadwal keberangkatan kereta api jarak jauh ke berbagai daerah dengan total penumpang lebih dari tiga ribu orang.
"Bus TransJatim ini juga melayani penumpang di Stasiun Malang sisi barat, yang biasa digunakan naik dan turun pelanggan kereta api lokal Commuterline," ujar dia. Pihaknya pun memastikan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh operator transportasi darat membentuk layanan transportasi publik terintegrasi dan berkelanjutan. "Dengan hadirnya TransJatim di Stasiun Malang ini, diharapkan pengalaman perjalanan pelanggan menjadi semakin mudah, menyenangkan, dan ramah lingkungan," ucapnya.
Perkuat Sinergi Sambut Wisatawan
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan sejumlah pihak terkait dalam upaya meningkatkan angka kunjungan wisata, khususnya saat momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi di Kota Malang, Minggu, mengatakan upaya yang dilakukan bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan memetakan titik rawan macet di jalur menuju destinasi wisata.
"Kami terus berkolaborasi dengan menyesuaikan tupoksi organisasi perangkat daerah, seperti memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan antisipasi munculnya kemacetan saat libur Natal 2025 sampai Tahun Baru 2026," kata Baihaqi. Disporapar Kota Malang mencatat jumlah kunjungan wisatawan hingga November 2025 mencapai 2,67 juta atau sudah 80,05 persen dari target angka kunjungan wisatawan tahun ini yang sebanyak 3,3 juta.
Target kunjungan wisata Kota Malang tahun ini mengalami peningkatan sebesar 100 ribu wisatawan dibanding periode 2024. Kunjungan wisatawan ke Kota Malang didominasi oleh kategori wisatawan nusantara dengan jumlah 2,59 juta orang dan 72.877 lainnya adalah wisatawan mancanegara.
Disporapar optimistis melalui serangkaian upaya kolaborasi bersama lintas OPD paling tidak target angka kunjungan wisata 2025 yang tersisa sekitar 628 ribu bisa terpenuhi pada akhir semester II 2025. Keyakinan pemenuhan target kunjungan wisatawan juga karena faktor beroperasinya moda angkutan umum Bus TransJatim yang rutenya telah terhubung ke Kabupaten Malang sampai Kota Batu, Jawa Timur.
"Biasanya wisatawan makin banyak mulai Desember karena ada liburan dan berpengaruh ke tingkat kunjungan sehingga ada kenaikan yang ditandai dengan meningkatnya hunian hotel, karena itu bagian dari indikator kenaikan wisatawan," ujarnya. Selain dengan OPD terkait, Baihaqi menyampaikan pihaknya juga turut memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta dan para kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk memastikan kesiapan masing-masing destinasi dalam menyambut kedatangan pelancong. "Kami pusatkan untuk peningkatan layanan, keselamatan, kenyamanan bagi wisatawan sehingga Kota Malang jadi kenangan indah bagi wisatawan," tutur dia.
- Malang Raya
- integrasi angkutan
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Demo Ojol Skala Nasional Dipantau CCTV, Berikut Tautan dan Lokasinya
-
Pengamat Hukum dan Pembangunan Pertanyakan Kasus Pagar Laut Bekasi Berhenti di Tersangka
-
Standar Halal Jadi Tantangan Inovasi Daging Kultur Sebagai Pangan Alternatif
-
Wali Kota : SDM Bandung Harus Mendunia
-
Korban banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
-
Wisata petik melon milik BUMDes di Malang
-
DJP-Dukcapil Resmi Satukan Data, Siap-Siap Era Pajak Tanpa Celah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.