Airlangga Naikkan Target KUR, Kredit UMKM Rp2.000 Triliun Dipertaruhkan

Selasa, 11 Agu 2026, 15:40 WIB

JAKARTA – Menaikkan target Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang masih kesulitan memperoleh kredit perbankan.

Namun, peningkatan target harus diikuti penguatan kualitas penyaluran, pendampingan, dan pengelolaan risiko agar KUR tidak sekadar mengejar volume, tetapi benar-benar mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan kesehatan perbankan.

Ket. Foto: Pemerintah mengusulkan kenaikan KUR menjadi Rp2.000 triliun dari Rp1.500 triliun. — Sumber: ANTARA FOTO/ Muhammad Bagus Khoirunas)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan agar target penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik menjadi Rp2.000 triliun dari posisi saat ini yang berkisar Rp1.500 triliun.

“Ini tambahan pekerjaan rumah untuk Pak (Menteri UMKM) Maman, kalau bisa ini naik menjadi Rp2.000 triliun,” kata Airlangga dalam kegiatan UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

Pada Juni 2026, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.519,1 triliun atau tumbuh 1,05 persen (year-on-year/yoy), membaik dibandingkan Mei 2026 sebesar 0,60 persen (yoy).

Di sisi lain, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat dari 92,74 persen pada 2025 menjadi 93,61 persen pada 2026.

Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional juga meningkat menjadi 69,57 persen.

“Jadi mereka sudah literate, sudah inklusif, punya rekening. Tapi kemampuan mereka untuk membaca, melakukan investasi dan lain-lain. Nah itu yang dikejar untuk berikutnya,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, peningkatan target kredit tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang selama ini masih berada di tengah atau belum memperoleh akses pembiayaan dalam skala yang memadai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengisi kesenjangan pembiayaan bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang dan naik kelas.

Dalam konferensi pers usai kegiatan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan bakal mempersiapkan berbagai skenario untuk mewujudkan target yang diusulkan oleh Menko Airlangga.

“Tadi juga ada sedikit dorongan dari Pak Menko Perekonomian. Nanti coba kami siapkan beberapa skenario,” ujar Maman.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan pihaknya menempatkan penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM sebagai program utama.

“Kita banyak dukungan untuk UMKM dan kita mengarahkan seluruh industri untuk mendukung UMKM di Indonesia. Ini sejalan dengan pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang sangat mendukung bagaimana sektor jasa keuangan juga mempunyai keberpihakan dan dukungan terhadap UMKM di Indonesia,” ucapnya.

  • kredit usaha rakyat (KUR)

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.