Bulan yang Semburkan Air
Senin, 01 Des 2025, 07:41 WIBDI TEMPAT yang jauh dari Matahari dan dingin, Enceladus, sebuah bulan Saturnus adalah dunia es kecil yang memiliki semburan mirip geiser. Di objek yang dinamai berdasarkan nama raksasa dalam mitologi Yunani, uap air dan partikel es ke luar angkasa dari bawah permukaannya.
Menurut laman NASA, yang unik dari objekini hanya sedikit dunia di tata surya yang semenarik Enceladus. Sejumlah dunia diperkirakan memiliki lautan air cair di bawah cangkangnya yang beku, tetapi Enceladus menyemburkan lautannya ke luar angkasa agar wahana antariksa dapat mengambil sampelnya.
Dari sampel-sampel ini, para ilmuwan telah menentukan bahwa Enceladus memiliki sebagian besar unsur kimia yang dibutuhkan untuk kehidupan, dan kemungkinan memiliki ventilasi hidrotermal yang melepaskan air panas dan kaya mineral ke lautannya.
Mosaik bulan Saturnus, Enceladus, ini dibuat dengan gambar yang diambil oleh wahana antariksa Cassini milik NASA pada 9 Oktober 2008, setelah wahana antariksa tersebut berada dalam jarak sekitar 25 kilometer dari permukaan Enceladus.
Dengan lebar yang hampir sama dengan Arizona, Enceladus juga memiliki permukaan paling putih dan paling reflektif di tata surya. Bulan ini menciptakan cincinnya sendiri saat mengorbit Saturnus semburan partikel esnya menyebar ke angkasa di sekitar orbitnya, mengitari planet tersebut membentuk cincin E Saturnus.
Gambar-gambar dari wahana antariksa Voyager pada tahun 1980-an menunjukkan bahwa meskipun bulan ini kecil hanya sekitar 500 kilometer permukaan esnya sangat halus di beberapa tempat, dan seluruhnya berwarna putih cerah. Bahkan, Enceladus adalah benda paling reflektif di tata surya. Selama beberapa dekade, para ilmuwan tidak tahu alasannya.
Karena Enceladus memantulkan begitu banyak sinar matahari, suhu permukaannya sangat dingin, sekitar minus 201 derajat Celsius (minus 201 derajat Celsius). Namun, tempat ini tidak sedingin dan senyap seperti yang terlihat.
Bulan ini mengorbit Saturnus pada jarak 148.000 mil (238.000 kilometer) di antara orbit dua bulan lainnya, Mimas dan Tethys. Enceladus terkunci secara pasang surut dengan Saturnus, menjaga wajah yang sama terhadap planet tersebut.
Enceladus menyelesaikan satu orbit setiap 32,9 jam di bagian terpadat Cincin E Saturnus. Selain itu, seperti beberapa bulan lain dalam sistem planet raksasa yang luas, Enceladus terperangkap dalam apa yang disebut resonansi orbital, yaitu ketika dua bulan atau lebih sejajar dengan planet induknya secara berkala dan berinteraksi secara gravitasi.
Objek ini mengorbit Saturnus dua kali setiap kali Dione, bulan yang lebih besar, mengorbit sekali. Gravitasi Dione meregangkan orbit Enceladus menjadi bentuk elips, sehingga  terkadang lebih dekat dan terkadang lebih jauh dari Saturnus, menyebabkan pemanasan pasang surut di dalam bulan tersebut.
Beberapa bagiannya menunjukkan kawah dengan diameter hingga 35 kilometer, sementara wilayah lain hanya memiliki sedikit kawah. Khususnya, wilayah kutub selatan hampir seluruhnya bebas dari kawah tubrukan. Wilayah ini juga dipenuhi bongkahan es seukuran rumah dan wilayah yang diukir oleh pola tektonik unik di wilayah Âbulan ini. hay
- Bulan Saturnus
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.