Rupiah Hari Ini Merosot Lagi: Pasar Global Masih Tak Bersahabat bagi Indonesia
Jumat, 28 Nov 2025, 20:02 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah belakangan ini tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat dinamika kebijakan moneter negara maju, ketegangan geopolitik, dan prospek perlambatan ekonomi dunia.
Sentimen risiko yang memburuk mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga menekan nilai tukar rupiah.
Meskipun fundamental domestik relatif stabil, persepsi investor global masih sangat sensitif terhadap perubahan kondisi eksternal.
Dalam situasi seperti ini, stabilisasi nilai tukar membutuhkan bauran kebijakan yang konsisten, komunikasi pasar yang kuat, serta langkah mitigasi untuk menjaga kepercayaan investor dan ketahanan ekonomi nasional.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (28/11) sore, melemah sebesar 39 poin atau 0,23 persen menjadi Rp16.675 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.636 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi ketidakpastian global
âUSD-IDR menutup perdagangan hari ini dalam kondisi melemah, terutama karena tekanan eksternal yang kembali meningkat sementara dukungan domestik masih terbatas. Dolar AS memang tidak lagi berada dalam tren penguatan agresif, tetapi ketidakpastian global tetap menahan minat investor untuk masuk ke aset berisiko,â ungkapnya di Jakarta.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember diperkirakan lebih dari 87 persen belum otomatis mendorong arus modal masuk, karena pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan serta perkembangan politik AS, termasuk wacana pergantian pimpinan The Fed.
Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mengumumkan ketua baru Federal Reserve sebelum Natal 2025.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa ada lima kandidat kuat pengganti pimpinan The Fed. Dirinya mencatat para kandidat harus dievaluasi berdasarkan perspektif mereka dalam melindungi rakyat Amerika dan perekonomian, serta mencapai target inflasi dan ketenagakerjaan.
Lima kandidat yang sedang dipertimbangkan untuk posisi ketua yaitu Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett, Wakil Ketua Pengawas The Fed Michelle Bowman, Anggota Dewan The Fed Christopher Waller, mantan Anggota Dewan The Fed Kevin Warsh, dan Rick Rieder, seorang eksekutif senior di perusahaan manajemen aset BlackRock.
Bessent menyatakan ia berencana untuk menyerahkan daftar nama-nama tersebut kepada Trump segera setelah Thanksgiving.
Secara domestik, lanjut Taufan, tidak ada katalis yang cukup kuat untuk menahan pelemahan USD-IDR.
Aktivitas permintaan valas korporasi menjelang akhir bulan disebut masih tinggi, sehingga menambah tekanan jangka pendek.
Sementara itu, pasar menilai kebijakan Bank Indonesia yang masih fokus pada stabilitas tak memberikan pemicu tambahan untuk mendorong penguatan rupiah tanpa dukungan arus modal baru.
âDengan kombinasi faktor global yang masih cenderung tidak berpihak dan sentimen domestik yang relatif datar, rupiah akhirnya bergerak melemah hingga penutupan perdagangan hari ini,â kata Research and Development ICDX.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah di level Rp16.661 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.644 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
-
Persis Keluar dari Zona Degradasi Setelah Menang 3-0 atas Bali United
-
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY
-
Pemkot Tangerang Larang ASN Keluar Kota saat "WFA"
-
Akses Tani Kini Mulus, TMMD Kutai Barat Sukses Tembus Jalan 3.500 Meter dalam 30 Hari
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan Penahanan Harga BBM
-
Cari Informasi Lebih Cepat Tanpa Pindah Aplikasi lewat Circle to Search
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.