Pasca Banjir Bandang, Tim Gabungan Gencarkan Aksi Darurat Pulihkan Listrik Aceh

Jumat, 28 Nov 2025, 20:40 WIB

BANDA ACEH – Percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh pascabanjir bandang menjadi prioritas krusial untuk memulihkan aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal.

Kerusakan jaringan listrik tidak hanya menghambat layanan publik dan kegiatan usaha, tetapi juga memperlambat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta pemulihan infrastruktur vital lainnya.

Ket. Foto: Personel sedang mengangkut bahan material untuk pembangunan tower yang rusak akibat banjir di Aceh. — Sumber: ANTARA/HO-Humas PLN UID Aceh

Akselerasi perbaikan, mulai dari inspeksi jaringan, penggantian gardu, hingga normalisasi pasokan, diperlukan agar aktivitas sosial-ekonomi dapat kembali berjalan.

Selain itu, penguatan mitigasi risiko dan kesiapsiagaan sistem kelistrikan menjadi penting untuk meminimalkan dampak bencana serupa di masa mendatang.

Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi memberikan dukungan untuk pemulihan sistem kelistrikan Aceh yang terdampak akibat banjir yang melanda kawasan itu, kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh Eddi Saputra.

“Kami menyampaikan apresiasi, bahwa dukungan TNI AU dan Kodam Iskandar Muda, menjadi elemen kunci dalam pembukaan akses, pengamanan lokasi, hingga percepatan distribusi material tower yang dikirim dari berbagai daerah,” kata Eddi Saputra, di Banda Aceh, Jumat (28/11).

Ia menjelaskan ratusan personel gabungan dari unit-unit PLN di seluruh Indonesia, didukung Kodam Iskandar Muda, TNI AU, dan BPBA dapat mempercepat pendistribusian material serta penanganan di titik tower roboh yang aksesnya sangat menantang.

Kolaborasi TNI, BPBA, serta Kodam Iskandar Muda (IM) memperkuat proses recovery secara gotong royong, dari proses pengangkutan material tower pengganti, mobilisasi hingga proses pengerjaan perbaikan di lokasi terdampak.

Banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang melanda Aceh mengakibatkan 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) roboh dan dua tower SUTT mengalami kerusakan di sejumlah lokasi.

Tim gabungan dilengkapi dengan perlengkapan safety, peralatan kerja berat, perlengkapan pendakian tower, hingga material Emergency Restoration System untuk pembangunan tower darurat di titik-titik paling kritis.

Setelah material berhasil dikirim menggunakan pesawat herkules, saat ini seluruh kekuatan bergerak bersama Pemerintah Daerah Aceh agar pemulihan kondisi kelistrikan dapat berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi.

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menyatakan siap berkolaborasi bersama PLN dalam percepatan pemulihan kelistrikan Aceh.

“Kodam Iskandar Muda akan terus mendukung percepatan pemulihan kelistrikan ini. Prajurit kami siap membantu membuka akses, mengamankan lokasi, dan memastikan distribusi material berjalan lancar. Pemulihan listrik sangat penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” katanya lagi.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Fadmi Ridwan menyatakan Pemerintah Aceh melalui BPBA membantu PLN dengan cara melakukan asesmen risiko berdasarkan Peta Risiko Bencana Aceh dan data radar cuaca yg didapat dari BMKG.

Dengan demikian petugas teknis PLN benar benar dapat informasi yang berguna untuk keselamatannya. BPBA, membantu sepenuhnya pihak PLN dalam memulihkan suplai energi listrik di Aceh.

  • banjir aceh

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.