Padang Pariaman Dilanda Cuaca Ekstrem, 341 Ha Sawah dan Lahan Jagung Terkena Dampak

Jumat, 28 Nov 2025, 17:05 WIB

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mencatat sejak Sabtu (22/11) hingga Kamis (27/11) setidaknya 341 hektare sawah dan 100-an hektare lahan jagung di daerah itu terdampak bencana akibat cuaca ekstrem yang menerjang daerah itu.

"Ada yang terkena banjir, longsor, dan terendam banjir. Petani gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman Yurisman di Parik Malintang, Jumat.

Ket. Foto: Seorang petani dan anaknya di Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar duduk di atas potongan kayu hanyut terbawa banjir sambil merenungi kondisi sawahnya yang rusak dan gagal panen akibat meluapnya sungai setempat. — Sumber: Antara Foto

Ia menyebutkan total kerugian akibat bencana tersebut pada sektor pertanian khususnya padi dan jagung diperkirakan sekitar Rp13 miliar. Angka tersebut belum termasuk irigasi-irigasi yang rusak dan jenis tanaman lainnya yang terdampak.

Ia mengatakan lahan pertanian yang terdampak bencana tersebut tidak terdaftar dalam asuransi pertanian, sehingga akan menyulitkan petani menanam kembali sebab tanaman sekarang tidak membuahkan hasil.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Padang Pariaman meminta pemerintah provinsi dan pusat membantu petani yang sawahnya rusak karena bencana.

"Mudah-mudahan bisa dikabulkan termasuk benih dan pupuknya," katanya.

Ia mendorong petani di daerah itu mengasuransikan lahan pertaniannya agar ketika terjadi gagal panen maka perusahaan asuransi akan mengganti kerugian yang ditimbulkan.

"Per hektare itu murah. Tapi jika terjadi gagal panen maka akan diganti rugi Rp6 juta per hektare," ujarnya.

Pemkab Padang Pariaman juga mencatat sebanyak 10.575 warga di daerah itu terdampak banjir.

"Satu orang dinyatakan hilang hanyut terbawa banjir saat jembatan di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung ambruk," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman Zahirman sesuai dengan keterangan tertulis yang diterima ANTARA.

Ia mengatakan akibat banjir tersebut setidaknya 2.968 korban harus dievakuasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah setempat.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.