- Home
-
- Luar Negeri
-
- Akibat Shutdown, Belanja K...
Akibat Shutdown, Belanja Konsumen di AS Terus Menurun Sejak Awal Oktober
Jumat, 28 Nov 2025, 01:10 WIBJAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), dalam Beige Book yang dirilis Rabu (26/11) menyebutkan bahwa belanja konsumen secara keseluruhan di negara ekonomi terbesar dunia itu terus menurun dari awal Oktober hingga pertengahan November 2025, sementara angka belanja ritel kelas atas tetap tangguh.
âBeberapa peritel melaporkan dampak negatif terhadap pembelian konsumen akibat penutupan (shutdown) pemerintah federal, dan dealer mobil mengalami penurunan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) setelah berakhirnya insentif pajak federal,â kata Beige Book.
Beige Book, sebuah survei tentang kondisi ekonomi saat ini berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 12 bank sentral regional The Fed, diterbitkan delapan kali setahun. Aktivitas ekonomi AS tidak banyak berubah sejak laporan sebelumnya, menurut sebagian besar dari 12 Distrik The Fed, seperti disebutkan dalam Beige Book.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur meningkat tipis, meskipun tarif dan ketidakpastian tarif tetap menjadi hambatan.
Organisasi masyarakat mengalami peningkatan permintaan bantuan pangan, sebagian disebabkan oleh gangguan dalam Program Bantuan Gizi Tambahan (Supplemental Nutrition Assistance Program/SNAP) selama shutdown pemerintah federal, sebut Beige Book.
Menurut survei itu, harga-harga di AS naik secara moderat selama periode pelaporan tersebut, dan tekanan biaya input meluas di sektor manufaktur dan ritel, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan yang dipicu tarif.
âKe depan, sebagian besar responden memperkirakan tekanan kenaikan biaya akan terus berlanjut, namun rencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat masih belum seragam,â kata Beige Book seperti dikutip Antara dari Xinhua.
Pendorong Utama
Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan berdasarkan data dari The Fed, paling tidak perekonomian AS tidak mengalami perbaikan yang berarti, jika tidak boleh dikatakan stagnan.
Namun demikian, turunnya belanja konsumen secara umum menunjukkan bahwa ada ancaman turunnya pertumbuhan ekonomi, karena proporsi konsumsi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) AS adalah sekitar 68-70 persen menjadikannya komponen PDB terbesar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen domestik adalah pendorong utama ekonomi AS, sehingga ada potensi bank sentral AS akan menurunkan suku bunga acuannya.
Hal itu jelasnya akan memberikan ruang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. âSemoga hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,â kata Suhartoko.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kesabaran dan Presisi Membuat Putri Menang 21-19 di Set Kedua
-
MU vs Bournemouth Berakhir Imbang 4-4, Setan Merah Gagal Naik ke Posisi Kelima
-
Sejarah Baru! Pertamina Teken Kerja Sama Energi dengan Brasil, Disaksikan Prabowo dan Lula da Silva
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Stabil, Saatnya Berburu
-
Gandeng BSSN, AirNav Indonesia Perkuat Keamanan Sistem Navigasi Penerbangan
-
Kemenag: Tepuk Sakinah Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Keluarga
-
Perkuat Mutu Pesantren, Kemenag Terbitkan KMA 1495/2025 tentang Ma’had Aly
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.