UNAIDS: Pemotongan Dana Global Hancurkan Program Pencegahan HIV

Kamis, 27 Nov 2025, 01:00 WIB

JENÈWA - Menurut laporan baru dari Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) pada Selasa (25/11), orang yang hidup dengan HIV telah meninggal dunia akibat gangguan layanan yang disebabkan oleh pemotongan dana besar-besaran, sementara jutaan orang yang berisiko tertular HIV telah kehilangan akses ke alat pencegahan. 

“Kekurangan dana yang terus-menerus dan risiko berbahaya yang dihadapi respons HIV global menimbulkan dampak yang mendalam dan berkelanjutan terhadap kesehatan dan kesejahteraan jutaan orang di seluruh dunia,” demikian pernyataan laporan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada pandemi HIV/AIDS itu. 

Ket. Foto: United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) — Sumber: istimewa

Dikutip dari The Straits Times, mitra komunitas UNAIDS telah melaporkan kematian orang yang hidup dengan HIV karena penutupan klinik dan perawatan setempat, meskipun jumlah pastinya masih belum jelas karena pengumpulan data masih berlangsung.

Tanggapan global terhadap AIDS memasuki “mode krisis” ketika donor terbesar, Amerika Serikat – yang menyumbang 75 persen pendanaan HIV internasional – menghentikan sementara semua pendanaan terkait HIV pada awal tahun 2025, kata UNAIDS.

Meskipun beberapa program HIV telah dilanjutkan dengan dana dari Rencana Darurat Presiden Amerika Serikat untuk Penanggulangan AIDS (President's Emergency Plan for AIDS Relief/PEPFAR), pendanaan secara keseluruhan terus menurun, membahayakan target 2030 untuk mengakhiri sindrom defisiensi imun didapat sebagai ancaman kesehatan masyarakat, kata UNAIDS.

Direktur Eksekutif UNAIDS memperingatkan bahwa tanpa komitmen pendanaan yang stabil, dunia dapat kehilangan momentum dalam perjuangan menghentikan epidemi HIV pada 2030 sebagaimana ditargetkan PBB. Ia menyerukan kepada negara-negara donor dan lembaga internasional untuk segera memulihkan dukungan finansial guna melindungi kelompok paling rentan dan memastikan akses layanan kesehatan yang adil.

UNAIDS menekankan bahwa investasi dalam pencegahan HIV bukan hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga mengurangi biaya kesehatan jangka panjang serta memperkuat stabilitas sosial dan ekonomi.

Layanan Pencegahan

Saat ini, 40,8 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,3 juta infeksi baru dilaporkan pada tahun 2024, menurut badan PBB tersebut.

Meskipun angka kematian akibat AIDS turun 54 persen menjadi 630.000 antara tahun 2010 dan 2024, dan infeksi HIV baru juga turun 54 persen, layanan pencegahan telah “hancur” akibat terbatasnya pendanaan domestik dan penurunan tajam dalam kontribusi donor, demikian temuan laporan tersebut.

Hampir separuh perempuan dan gadis remaja yang disurvei melaporkan adanya gangguan pada layanan pencegahan dan pengobatan HIV di komunitas mereka, menurut survei yang dilakukan pada tahun 2025 oleh Jaringan ATHENA dan UNAIDS.

Akses terhadap alat pencegahan HIV juga telah dibatasi.

Diperkirakan 2,5 juta orang kehilangan akses ke obat pencegahan HIV PrEP pada Oktober 2025 karena pemotongan dana donor, kata laporan itu.

  • United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.