Desain Olahraga Akan Direvisi
Kamis, 27 Nov 2025, 07:13 WIBJAKARTA â Guna menyesuaikan perkembangan global olahraga, banyak target yang harus direvisi. Untuk itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menyebut, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) juga akan direvisi dengan target-target prestasi olahraga Indonesia yang lebih masuk akal atau realistis.
âDBON akan kita revisi untuk menyesuaikan dengan target-target,â jelas Taufik. Menurutnya, target-targer DBON sekarang ini belum jelas. Taufik mengatakan ini dalam konferensi pers penyelenggaraan ajang lari MAIR 2025 Jakarta International 10K di Jakarta, Rabu.
Wamenpora juga menjadi salah satu pihak yang ikut mengkritisi DBON saat ini karena terdapat target prestasi olahraga yang menurutnya tidak realistis. Dia mencontohkan salah satunya seperti target Indonesia menempati peringkat lima besar dalam ajang Olimpiade pada tahun 2044. âBuat saya target itu enggak realistis,â katanya.
Wamenpora menambahkan pembangunan prestasi tidak bisa dilakukan secara instan sehingga membutuhkan waktu yang harus ditetapkan secara realistis dengan pertimbangan yang dapat diperhitungkan secara jelas. Maka, DBON saat ini harus direvisi dengan target-target prestasi yang bisa dicapai dalam periode waktu tertentu.
25.000 Pelari
Sementara itu, terkait ajang lari Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2025 Jakarta International 10K, akan diikuti25.000 pelari pada tanggal 7 Desember. âAjang lari ini menjadi bukti komitmen mendukung olahraga lari di Indonesia,â kata Manajer Pemasaran Nestle Milo Indonesia, Alaa Shabaan.
Dia menjelaskan, ajang lari MAIR telah sukses digelar di Makassar, Surabaya, Bandung, Medan, dan Yogyakarta. Kali ini di Jakarta. MAIR akan menyajikan kategori lari: 10, 5, dan 2,5 km. Khusus kategori 10 km, akan digelar terbuka untuk pelari Indonesia dan luar negeri.
Sedangkan, kategori 5 km untuk umum, namun tidak memperebutkan gelar juara. Ini sebagai fun run serta kategori 2,5 km untuk lari keluarga (family run). Ant/G-1
- Taufik Hidayat
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada Andrie Yunus
-
Jumlah RPTRA di Jakarta Capai 324, Jadi Pusat Interaksi Sosial dan Edukasi Warga
-
Ulaanbaatar Amazons Melangkah ke Semifinal Ajang 3x3 di Jakarta
-
BMKG: Pesisir Kaltim Akan Alami Pasang Air Laut 2,6–2,8 Meter
-
Dukung NZE, Kemenperin Siap Terapkan Sistem Olah Air Baku dan Limbah di Kawasan Industri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.