Kementerian PU Intensifkan Upaya Pemulihan Infrastruktur Terdampak Bencana di Sumut
Rabu, 26 Nov 2025, 20:30 WIBJAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan darurat atas bencana longsor dan banjir yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera Utara sejak 24â26 November 2025. Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi telah mengakibatkan sejumlah ruas jalan nasional tertutup material longsor, tergenang banjir, dan terputus sementara.
âKami memastikan seluruh jalur nasional yang terdampak dipulihkan secepat mungkin demi menjaga konektivitas dan keselamatan masyarakat. Seluruh tim PU di lapangan telah bergerak sejak jam pertama kejadian di sejumlah titik kritis yang hingga kini masih diguyur hujan,â kata Menteri Dody di Jakarta, Rabu (26/11)
Pada Ruas Kota Sidikalang â Batas Provinsi Aceh, longsor menutup badan jalan di STA 09+200, Kabupaten PakPak Bharat. Tim lapangan telah melakukan pembersihan menggunakan chainsaw dan backhoe loader, sementara excavator dalam perjalanan menuju lokasi. Meski cuaca masih hujan, jalur kini dapat dilalui secara bergantian dan tidak terdapat laporan korban jiwa.
Kemudian di ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara â Sipirok, terdapat tiga titik longsor di STA 08+200, 08+500, dan 15+800 yang mengakibatkan badan jalan tertutup material longsoran. Saat ini alat berat telah disiagakan, termasuk satu backhoe loader dan empat excavator. Namun kendaraan masih belum dapat melintas akibat kondisi masih hujan.
Selain itu, kerusakan terjadi pada Abutment Jembatan Aek Puli Lama di STA 37+400 pada Ruas Batas Kota Tarutung â Batas Kab. Tapsel. Arus lalu lintas langsung dialihkan ke Jembatan Aek Puli Baru, sementara jembatan lama ditutup dengan rambu pengaman dan penjagaan bersama aparat kepolisian serta dinas perhubungan.
Luapan sungai juga menggenangi permukiman dan badan jalan di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi sehingga lalu lintas lumpuh total. Koordinasi pengaturan lalu lintas telah dilakukan bersama kepolisian dan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Sedangkan pada Ruas Barus â Batas Kota Sibolga , banjir setinggi 1 meter sepanjang 500 meter menutup jalan akibat hujan intensitas tinggi. Tim telah menyiagakan chainsaw, dump truck, excavator, dan backhoe loader untuk antisipasi longsor lanjutan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Tim Masih Bersiaga
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Hardy Pangihutan Siahaan mengatakan tim BBPJN Sumatera Utara masih bersiaga di sejumlah titik longsor dan banjir yang masih perlu ditangani, termasuk kerusakan oprit Jembatan Anggoli serta beberapa ruas yang terisolasi akibat buruknya sinyal dan cuaca.Â
âSebanyak 11 titik longsor telah terkonfirmasi dan pembersihan material terus dilakukan. Kami akan terus memastikan bahwa seluruh sumber daya difokuskan untuk memulihkan akses transportasi, menjaga keselamatan warga, dan mendukung penanganan darurat di semua lokasi terdampak,â ujarnya.Â
- Sumatera Utara
- Banjir dan Longsor
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Tahan Gempa dan Angin Kencang! Ini Spesifikasi Canggih SPPG Kementerian PU di Babel
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Puting Beliung Hantam Aceh Utara! Huntara Rusak, Menteri PU Turun Tangan Target 1 Minggu Beres
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
-
Jalan, Irigasi, Sekolah Rakyat Dikebut: Kementerian PU Kawal Ketat Program Prioritas Presiden
-
Gas Pol! PU Bangun Jembatan Bailey 90 Meter Demi Sekolah Rakyat Brebes
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.