Indonesia Ancang-ancang Menarik Investasi Rp13.000 Triliun, Serius Bisa?
Rabu, 26 Nov 2025, 15:19 WIBJAKARTA - Â Tidak tanggung-tanggung Indonesia mau mengeruk 13.000 triliun rupiah dari investasi. Siapa yang mau ditarik ke sini? Ini target serius atau angan-angan? Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis target investasi Indonesia senilai 13.000 triliun dapat dicapai dalam waktu lima tahun.
âKalau saya melihatnya, optimis, ya, itu bisa kita capai. Karena kalau kita lihat memang salah satu kontributor yang bisa mendorong ke atas itu adalah investasi,â kata Rosan saat ditemui di Tangerang Selatan, Banten, Rabu. Adapun pemerintah menargetkan investasi senilai 869 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp13 ribu triliun dalam lima tahun ke depan, sebagai salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029.
Rosan memberikan perbandingan dengan periode pemerintahan sebelumnya dengan total investasi yang didapatkan dalam 10 tahun masa Pemerintahan Joko Widodo senilai Rp9.117,4 triliun. âKita meyakini angka ini achievable. Tentunya masih ada PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan, terutama saat orang berinvestasi, they donât like surprises, maunya terukur dan terstruktur,â ujar Rosan.
âNah memang PR-nya saya bilang masih ada, yaitu rule of law-nya mesti kita sempurnakan, kemudian clarity-nya juga kita harus sempurnakan,â katanya pula. Selain kepastian hukum yang jelas, Rosan menilai hilirisasi juga menjadi bidang investasi yang perlu didorong, karena mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia mencontohkan, salah satunya adalah investasi proyek hilirisasi kelapa dari China yang sudah masuk ke Indonesia senilai 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,65 triliun. âMemang dari investasinya jika dibandingkan mineral memang jauh (lebih kecil), di perkebunan ini mungkin relatif lebih kecil. Tapi penyerapan kerjanya bisa sampai 10.000 orang. Itu kan sangat besar,â kata dia lagi.
Selain itu, Rosan yang juga CEO Danantara tersebut, mengatakan hilirisasi komoditas perkebunan, pertanian, dan kelautan penting demi menciptakan nilai tambah atau nilai tukar bagi petani atau pun nelayan di berbagai daerah penghasil komoditas tersebut, serta mendorong penyerapan tenaga kerja.
âKalau kita bicara mengenai tropical seaweed, Indonesia nomor satu, dan sebagian ini adalah dilakukan oleh para petani rumput laut di Indonesia. Ini juga kita dorong dan sekarang sudah berjalan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan,â ujar Rosan pula.
- BKPM
- target investasi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pembangunan PSEL Bali Diresmikan, Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
-
Sakura Matsuri 2026: Saatnya Industri, Pariwisata & Budaya Jepang Bertemu di Cikarang
-
Laga Uji Coba: Dua Gol Cody Gakpo Bawa Belanda Taklukkan Uzbekistan 2-1
-
Harga Cabai Rawit Rp77.250/Kg, Telur Ayam Rp30.800/Kg Per 1 Juni
-
Erling Haaland Miliki Daya Tarik Banyak Penggemar, Psikolog Bongkar Alasannya!
-
Bandung Barat Kerahkan 4 Ponton Bersihkan Eceng Gondok di Ciminyak
-
Separuh Anak Dunia Terpapar 3 Bahaya Iklim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.