Menhan: Jepang akan Kerahkan Misil ke Pulau Dekat Taiwan

Senin, 24 Nov 2025, 02:55 WIB

TOKYO – Menteri Pertahanan Jepang setelah mengunjungi pangkalan militer dekat Taiwan mengatakan rencana untuk menyebarkan misil ke pos tersebut berjalan sesuai rencana karena ketegangan yang meningkat antara Tokyo dan Beijing mengenai pulau Asia Timur itu.

"Penempatan ini dapat membantu mengurangi kemungkinan serangan bersenjata terhadap negara kami," ujar Menhan Shinjiro Koizumi kepada wartawan pada Minggu (23/11) saat ia mengakhiri kunjungan pertamanya ke pangkalan militer di Pulau Yonaguni, Jepang selatan.

Ket. Foto: Tentara Jepang berpatroli dekat kendaraan peluncur misil yang ditempatkan di kantor Kementerian Pertahanan di Tokyo beberapa waktu lalu. Pada Minggu (23/11), Menhan Jepang menyatakan akan menyebarkan misil ke pangkalan militer dekat Taiwan. — Sumber: AFP/YOSHIKAZU TSUNO

“Pandangan bahwa hal ini akan meningkatkan ketegangan regional tidaklah akurat,” imbuh dia.

Jepang berencana untuk menempatkan misil permukaan-ke-udara jarak menengah di Yonaguni, sekitar 110 kilometer di timur Taiwan, sebagai bagian dari pembangunan militer yang lebih luas di gugus pulau selatannya.

Langkah-langkah tersebut mencerminkan kekhawatiran Tokyo tentang meningkatnya kekuatan militer Tiongkok dan potensi bentrokan atas Taiwan.

Ketakutan tersebut diperparah oleh perselisihan mengenai komentar terkini Perdana Menteri Sanae Takaichi terkait wilayah yang memerintah sendiri itu, yang dianggap Beijing sebagai provinsi yang harus berada di bawah kendalinya, dengan kekerasan jika perlu.

PM Takaichi pada tanggal 7 November lalu mengemukakan kemungkinan teoritis bahwa Jepang bisa mengerahkan militernya dengan negara lain jika Tiongkok menyerang Taiwan, yang akan memicu respons kemarahan dan pembalasan ekonomi dari Tiongkok dan Beijing terus menuntut pencabutan pernyataan dari PM Jepang itu

Pada Sabtu (22/11), seorang pejabat Jepang menolak klaim Tiongkok bahwa PM Takaichi telah mengubah posisi Jepang terkait krisis Taiwan dan menyebut klaim itu sama sekali tidak berdasar.

Ketika ditanya tentang dampak potensial krisis Taiwan terhadap Yonaguni, Menhan Koizumi mengatakan ia tidak akan mengomentari skenario hipotetis.

Sebelum tiba di Yonaguni, Menhan Koizumi juga mengunjungi pangkalan militer di Pulau Ishigaki dan Miyako.

Pangkalan Ishigaki dilengkapi dengan misil antikapal, sementara Miyako merupakan pusat pengawasan udara dan fasilitas militer lainnya, termasuk gudang amunisi. Jepang dan Amerika Serikat (AS) juga memiliki pangkalan utama di Pulau Okinawa yang lebih besar di sebelah timur.

Perkuat Militer

Sebagai tempat wisata yang populer termasuk bagi penyelam scuba, Yonaguni juga merupakan rumah bagi fasilitas radar pengintai yang memindai laut dan wilayah udara di dekatnya, serta unit perang elektronik yang diperkenalkan pada tahun 2024 yang dapat digunakan untuk mengganggu sistem komunikasi dan panduan musuh.

Dalam beberapa pekan terakhir, militer AS mengadakan latihan untuk membawa pasokan dari Okinawa ke Yonaguni guna mensimulasikan pembentukan pangkalan operasi terdepan yang mungkin diperlukan dalam setiap krisis regional.

Tiongkok pernah menanggapi kunjungan ketua DPR AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada tahun 2022 dengan meluncurkan latihan militer besar-besaran di sekitar pulau itu, dan menembakkan misil balistik yang mendarat tepat di sebelah selatan Yonaguni, memberikan gambaran nyata tentang kedekatan pulau itu dengan konflik apa pun untuk menguasai Taiwan.

Dalam pertemuan dengan wali kota Yonaguni, menhan Koizumi mengatakan Jepang harus membangun pencegahannya dengan meningkatkan kemampuannya sendiri dan memperdalam hubungan dengan militer AS.

“Saat ini, Jepang menghadapi lingkungan keamanan yang paling parah dan kompleks sejak berakhirnya Perang Dunia II,” ujar Koizumi. “Untuk melindungi penghidupan damai rakyat Jepang, termasuk semua orang di Yonaguni, kita harus memperkuat kemampuan Pasukan Bela Diri,” pungkas dia. ST/Bloomberg/I-1

  • taipei 101

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.