PTDI Ubah N219 Menggandeng Scytalys Yunani Jadi Pengintai Maritim Canggih

Minggu, 23 Nov 2025, 22:58 WIB

BANDUNG, JAWA BARAT - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi menggandeng perusahaan teknologi pertahanan Yunani, Scytalys, untuk mengubah pesawat N219 Nurtanio menjadi armada pengintai maritim canggih (Maritime Surveillance Aircraft/MSA) guna memperkuat patroli Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan di Bandung, Minggu, menjelaskan langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Framework Agreement (FA) antara dirinya dan CEO Scytalys George Menexis di Athena, pada tanggal 21 November 2025 dengan disaksikan langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah.

Ket. Foto: Pesawat N219 Nurtanio yang akan dikembangkan menjadi armada pengintai maritim canggih. — Sumber: ANTARA/PTDI/Maritime Surveillance Aircraft/MSA

Gita menegaskan kerja sama ini merupakan tonggak sejarah baru bagi industri dirgantara nasional. Karena, untuk pertama kalinya, pesawat N219 yang murni karya anak bangsa akan didesain dengan konfigurasi misi pengawasan militer/paramiliter, bukan sekadar untuk pengangkut sipil.

"Dalam program ini, PTDI berlaku sebagai kontraktor utama yang mengelola konfigurasi pesawat, sementara Scytalys mengintegrasikan sistem misi yang menjadi inti kemampuan pengawasan," kata Gita.

Kolaborasi lintas benua ini memungkinkan N219 MSA memiliki "otak" pelacakan digital berupa MIMS Airborne Mission System.

Pesawat ini nantinya mampu mendeteksi objek hingga jarak 20 kilometer menggunakan sensor elektro-optik dan radar dengan jangkauan 160 mil laut (NM), menjadikannya ujung tombak baru dalam menjaga kedaulatan perairan Indonesia.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah menyambut baik transformasi teknologi ini. Dan pihaknya telah mengajukan kebutuhan empat unit N219 MSA kepada Kementerian PPN/Bappenas untuk mendukung operasi keamanan laut.

"Karena ada produk dalam negeri, kita maksimalkan penggunaannya. PTDI bisa memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Irvansyah.

Diinformasikan, dalam rencananya, armada pengintai ini memiliki daya jelajah operasi (endurance) lebih dari lima jam. Selain radar canggih, pesawat juga dilengkapi Tactical Datalink untuk pengiriman data target secara real-time ke pusat komando, menutup celah pengawasan di wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau.

Target penandatanganan kontrak pengadaan dijadwalkan pada akhir 2026, setelah kedua belah pihak merampungkan sinkronisasi teknis melalui Focus Group Discussion (FGD) agar spesifikasi pesawat benar-benar sesuai dengan medan operasi laut Indonesia yang menantang. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.