Pendekatan Alam-Budaya Jadi Kunci! Staf Khusus Presiden Soroti Arah Pemulihan Wisata Semeru
Minggu, 23 Nov 2025, 17:25 WIBLUMAJANG â Pemulihan wisata Semeru menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah terdampak erupsi, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata berbasis alam.
Dengan memulihkan infrastruktur pendukung, menata jalur pendakian, serta meningkatkan standar keamanan, pemerintah tidak hanya membuka kembali arus kunjungan, tetapi juga mengembalikan sumber pendapatan bagi masyarakat lokal yang bergantung pada jasa wisata, mulai dari porter, pemandu, hingga pelaku UMKM.
Selain dampak ekonomi, pemulihan ini penting untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap berkelanjutan.
Pendekatan mitigasi bencana, konservasi lingkungan, dan edukasi wisatawan menjadi kunci agar Semeru dapat kembali diakses tanpa mengulangi kerentanan yang sama.
Dengan begitu, revitalisasi wisata Semeru merupakan investasi jangka panjang untuk keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan perlindungan ekosistem gunung api aktif.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani mengatakan pemulihan wisata Gunung Semeru pascaerupsi menjadi momen penting untuk menata ulang kawasan wisata dengan pendekatan pelestarian alam dan budaya.
"Gunung Semeru bukan sekadar kawasan geografis, melainkan ikon wisata alam Indonesia yang dikenal hingga mancanegara," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur, Minggu.
Menurutnya, keaslian budaya masyarakat di lereng Gunung Semeru, termasuk tradisi lokal, kearifan lingkungan, dan pola hidup warga menjadi bagian penting yang harus dijaga dalam setiap langkah pemulihan.
"Pemulihan kawasan wisata Semeru tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan konservasi lingkungan, terutama jalur pendakian, kawasan rawan bencana, dan daerah penyangga," ujarnya pula.
Selain itu, kata dia lagi, daya dukung wisata menjadi fokus utama, mulai dari pembenahan akses, jalur evakuasi, hingga infrastruktur penunjang yang aman bagi wisatawan.
"Keberlanjutan komunitas wisata juga menjadi perhatian, termasuk pelibatan porter, pemandu, UMKM, dan penggerak pariwisata lokal lainnya. Langkah itu diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi pasca-erupsi, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola wisata secara berkelanjutan," katanya pula.
Ia mengatakan substansi kebijakan itu menempatkan bencana bukan sekadar sebagai ancaman, melainkan momentum untuk menata tata kelola wisata agar lebih aman dan berkelanjutan.
Selain itu, perhatian Presiden terhadap aspek sosial-budaya masyarakat menunjukkan bahwa pemulihan Semeru menyasar keseimbangan antara fisik, lingkungan, dan nilai-nilai kearifan lokal.
Zita menjelaskan bahwa pemulihan kawasan wisata Semeru yang berkelanjutan akan memperkuat citra Indonesia di mata internasional, sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat lokal.
"Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas wisata menjadi kunci agar pemulihan berjalan efektif, harmonis, dan sesuai dengan prinsip pelestarian alam serta budaya," ujarnya.
Dengan pendekatan ini, katanya lagi, Gunung Semeru diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang memikat, aman, dan lestari, sehingga setiap kunjungan wisatawan juga turut mendukung pemulihan sosial-ekonomi masyarakat lereng gunung.
- Pemulihan Pascabencana
- Erupsi Gunung Semeru
- wisata semeru
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gunung Semeru Masih Erupsi! Badan Geologi Ingatkan Warga dan Pendaki Waspadai Potensi Bahaya Susulan
-
BNPP RI Kebut Penanganan Pascabanjir di Aceh Jelang Lebaran
-
Realisasi Okupansi Tiket Kereta Api pada Angkutan Lebaran
-
Di Tengah Tantangan Cuaca, Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North
-
Diduga Dibunuh, Polres Jombang Usut Kematian Ibu dan Anak
-
Pengerahan Alat Berat untuk Membersihkan Lingkungan di Aceh Tamiang
-
Libur Lebaran Aman, BPH Migas Pastikan BBM di Bopunjur Tetap Terkendali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.