Ini Negara-negara Eropa yang Melegalkan Eutanasia

Minggu, 23 Nov 2025, 10:22 WIB

PARIS – Slovenia pada hari ini, Minggu (23/11), akan menjadi negara Eropa terbaru yang menentukan apakah akan mengizinkan bantuan kematian (euthanasia), karena setelah referendum di parlemen memberikan suara mendukung pada bulan Juli.

Berikut ini beberapa negara di Eropa yang sudah memperbolehkan pasien yang sakit parah untuk mengakhiri hidup mereka, melalui eutanasia (kematian yang dilakukan oleh pengasuh atas permintaan pasien) atau bantuan kematian, di mana pasien dibantu untuk mengakhiri hidupnya sendiri. 

Ket. Foto: Aksi demonstrasi kecil yang dilakukan oleh orang-orang yang mendukung bantuan kematian (assisted death) menggelar protes di luar Gedung Parlemen Inggris di London. — Sumber: AP

BELANDA dan BELGIA – Pelopor 

Di Belanda, eutanasia telah legal namun diatur secara ketat sejak April 2002. 

Seorang dokter dan ahli independen harus memastikan bahwa pasien mengalami penderitaan yang tak tertahankan dan taka ada harapan untuk sembuh. 

Hak ini diperluas pada tahun 2023 untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. 

Belgia mengikuti Belanda pada tahun 2002 dengan mengadopsi eutanasia dengan peringatan yang serupa dengan Belanda. 

Pada tahun 2014, lembaga ini menjadi yang pertama di dunia yang mengizinkan anak-anak yang sakit parah dari segala usia untuk juga meminta eutanasia. 

Luksemburg mendekriminalisasi eutanasia dan bantuan kematian pada tahun 2009.

SWISS - Tujuan Wisata  

Swiss melarang euthanasia, tetapi sejak Perang Dunia II memperbolehkan bantuan untuk mati, hukum pidananya melarang hasutan atau bantuan hanya "dari motif egois".

Kode etik kedokteran sudah ada, dan pasien dibantu untuk meninggal oleh asosiasi. Banyak orang Eropa pergi ke sana untuk dibantu meninggal.

Parlemen di negara tetangga Austria juga memberikan suara untuk melegalkan bantuan kematian bagi mereka yang menderita penyakit serius atau terminal pada bulan Desember 2021.

SPANYOL – Syarat Ketat

Spanyol mengadopsi undang-undang pada bulan Maret 2021 yang mengizinkan eutanasia dan bantuan medis untuk kematian.

Syaratnya ketat: pemohon harus cakap dan sadar, permintaan harus dibuat secara tertulis, dikonfirmasi ulang kemudian, dan disetujui oleh komite evaluasi. 

Di Portugal, dekriminalisasi eutanasia yang diadopsi pada Mei 2023 belum berlaku setelah keputusan Mahkamah Konstitusi.

SLOVENIA - Referendum Kedua

Parlemen Slovenia pada bulan Juli 2025 melegalkan bantuan kematian setelah para pemilih mendukungnya dalam referendum tahun 2024.

Undang-undang tersebut memberikan hak kepada pasien yang sehat dan sakit parah untuk mendapatkan bantuan dalam rangka mengakhiri hidup mereka jika penderitaan mereka tak tertahankan dan semua pilihan pengobatan telah habis.

Namun kelompok sipil, yang didukung oleh oposisi konservatif, mengumpulkan 40.000 tanda tangan yang dibutuhkan untuk mengadakan referendum tentang apakah RUU tersebut akan dilaksanakan.

ITALIA - Beralih ke Regulasi

Pada bulan September 2019, Mahkamah Konstitusi menguraikan kondisi-kondisi di mana seorang pasien dapat mengakses bantuan kematian tanpa penolongnya menghadapi tuntutan pidana. 

Namun, penerapannya masih sulit karena parlemen Italia belum mengadopsi undang-undang yang diperlukan. Akibatnya, sebuah asosiasi pro-eutanasia mendorong penerapan aturan regional, Tuscany menjadi yang pertama pada bulan Februari yang mempercepat dan menyederhanakan prosedur tersebut.

Pemerintah koalisi sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni telah menentang peraturan Tuscany. 

INGGRIS - Perlahan Bergerak

Para pembuat undang-undang Inggris memberikan suara pada bulan Juni 2025, dalam pemungutan suara kedua mengenai masalah ini, untuk mengizinkan orang dewasa dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan untuk mengonsumsi zat yang menyebabkan kematian mereka.

Naskah tersebut sekarang sedang diperiksa di majelis tinggi dan jika disahkan, undang-undang tersebut, yang akan berlaku di Inggris dan Wales, diperkirakan masih akan memakan waktu beberapa tahun lagi.

Bersamaan dengan itu, parlemen Skotlandia pada bulan Mei meloloskan pemungutan suara pertamanya terhadap rancangan undang-undang untuk melegalkan bantuan kematian, tetapi RUU tersebut harus melewati rintangan parlemen lebih lanjut sebelum menjadi undang-undang.

PRANCIS - Di Atas Meja DPR

Pemeriksaan RUU yang didukung oleh Presiden Emmanuel Macron untuk orang dewasa yang menderita penyakit serius dan tidak dapat disembuhkan, terhenti oleh pembubaran parlemen pada bulan Juni 2024.

Teks tersebut diubah menjadi rancangan undang-undang oleh seorang anggota parlemen, dengan teks terkait tentang perawatan paliatif.

Diadopsi pada akhir Mei dalam pemungutan suara pertama di majelis rendah, rancangan undang-undang ini akan diperiksa oleh Senat pada Januari 2026 dan kemudian dikembalikan ke majelis rendah pada bulan Februari.

Macron telah mengemukakan prospek referendum jika terjadi kebuntuan parlemen.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.