Belasan Wilayah di Padang Pariaman Diterpa Bencana dalam 3 Hari Terakhir
Minggu, 23 Nov 2025, 17:37 WIBPARIAMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat belasan lokasi di daerah itu ditimpa sejumlah bencana baik longsor, banjir, maupun pohon tumbang, akibat diterjang cuaca ekstrem dalam tiga hari terakhir.
âItu masih data sementara, kami masih mendata karena data bisa berubah seiring dengan cuaca ekstrem yang masih berlanjut," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis saat dikonfirmasi pada Minggu (23/11).
Ia mengatakan meskipun bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan aktivitas warga terganggu, apalagi warga yang terisolasi akibat banjir.
Meskipun pemerintah setempat telah mengevakuasi korban yang terisolasi tersebut, kata dia, pihaknya sedang mengupayakan agar penyebab bencana menahun di daerah itu tidak terulang kembali dengan meminta bantuan dari pemerintah pusat.
"Bapak Bupati telah menelpon pemerintah pusat untuk meminta bantuan guna mengatasi bencana ini," katanya.
Ia menyebutkan banjir di Padang Pariaman akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tersebut antara lain di Ulakan Tapakis dan Batang Anai.
Phaknya tidak bisa mengatasi banjir, khususnya di Ulakan Tapakis, meskipun telah gotong royong besar-besaran beberapa bulan lalu karena selain keterbatasan anggaran juga sungai yang menjadi penyebab bencana tahunan itu merupakan tanggung jawab Balai Sungai Sumatra V.
Selain banjir, longsor juga terjadi di Parik Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, sehingga jalan yang menghubungkan Mapolres Padang Pariaman dengan RSUD Padang Pariaman terban tidak bisa dilewati kendaraan.
Rudy mengatakan pihaknya baru saja menyelesaikan rapat untuk penetapan daerah itu sebagai tanggap darurat, yang rencananya penetapan itu akan ditandatangani oleh Bupati Padang Pariaman besok dan berlaku dalam dua pekan ke depan.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat mengeluarkan imbauan pada Jumat (21/11) terkait potensi kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi hingga 27 November.
Hal tersebut terjadi karena aliran massa udara lembab dari Samudera Hindia bertemu dengan topografi Bukit Barisan berpotensi terjadi pengangkatan udara yang intens sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.
Peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan tersebut berdampak pada meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya sejumlah bencana.
- Bencana
- Padang Pariaman
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Dominasi Memudar, Verstappen Tak Yakin Bisa Menang Lagi Musim Ini
-
Kemenhub: RI Harus Jadi “International Air Transit Hub”
-
Tarif AS Mulai Berlaku, Nvidia akan Bayar Amerika 15 Persen dari Penjualan Chip AI ke Tiongkok
-
Klub-klub Inggris dan Spanyol Siap Bentrok di 16 Besar
-
Suriah Bakal Gelar Pemilu Parlemen Pertama Pasca Runtuhnya Rezim Assad
-
Dua Produk Pipa Besar Vinilon Group Raih Rekor MURI
-
Kerusuhan di Polda DIY Timbulkan Kerugian Rp28 Miliar, Layanan Publik Kembali Normal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.