Veda Ega dan Ramadhipa Buka JuniorGP Valencia dengan Laju Ganas, Targetkan Penutup Musim yang Manis
Sabtu, 22 Nov 2025, 19:00 WIBJAKARTA - Dua pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, membuka rangkaian hari pertama JuniorGP Valencia 2025 dengan performa menjanjikan di Sirkuit Ricardo Tormo. Mereka menunjukkan kesiapan penuh untuk menutup musim ini dengan hasil maksimal di ajang JuniorGP dan European Talent Cup (ETC).
Hari pertama diawali dengan sesi latihan bebas atau Free Practice yang menjadi tolok ukur performa awal para pembalap muda tersebut. Veda langsung menunjukkan adaptasi cepat dengan menempati urutan keenam pada sesi FP1 melalui catatan waktu 1 menit 39,174 detik.
Dia hanya terpaut 1,060 detik dari Marco Morelli dari Mlav Racing yang menjadi pembalap tercepat di sesi tersebut dengan motor Honda andalannya. Morelli berhasil mencatat waktu impresif 1 menit 38,114 detik dalam satu putaran penuh.
Brian Uriarte dari UAX Seventy yang sudah memastikan gelar JuniorGP musim ini berada di posisi ketiga pada daftar pembalap tercepat. Pembalap tersebut tetap menjaga konsistensi sebagai salah satu yang paling dominan sepanjang musim.
Sementara itu, pembalap asal Malaysia, Hakim Danish dari SIC Racing, harus puas berada di urutan ke-18 pada FP1. Hasil itu menjadi catatan awal sebelum dia mencoba bangkit pada sesi berikutnya.
Memasuki FP2, Veda kembali menunjukkan peningkatan dengan menutup sesi di posisi ketujuh melalui torehan waktu 1 menit 38,828 detik. Konsistensi pembalap muda AHRT itu memperlihatkan kemampuannya dalam membaca karakter lintasan.
Morelli tetap mempertahankan dominasinya sebagai yang tercepat di FP2 setelah mengukir waktu 1 menit 37,192 detik. Kecepatan tersebut semakin mengukuhkan dirinya sebagai kandidat kuat di putaran terakhir ini.
Hakim Danish juga memperbaiki posisinya dengan naik tiga peringkat, namun tetap gagal menembus jajaran 10 besar. Dia menutup sesi FP2 dengan berada di urutan ke-15 dan mencatat waktu 1 menit 39,906 detik.
Pergerakan positif juga ditunjukkan oleh Ramadhipa di ajang European Talent Cup 2025. Pembalap berusia 15 tahun itu langsung tancap gas dengan menempati posisi kedua di FP1 melalui torehan waktu 1 menit 42,293 detik.
Dia hanya kalah cepat dari Carlos Cano dari UAX Seventy yang memimpin sesi di Grup A. Cano menjadi pembalap yang mendominasi sejak awal dan terus menekan catatan waktunya.
Konsistensi Ramadhipa kembali terlihat pada FP2 saat ia mempertahankan posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 42,821 detik. Stabilitas performa ini memperlihatkan bahwa dirinya sedang berada dalam momentum terbaik musim ini.
Cano lagi-lagi menjadi pembalap tercepat di sesi FP2 dengan mencetak waktu 1 menit 42,282 detik. Rivalitas keduanya diprediksi akan semakin panas pada balapan utama.
Fernando Bujosa tampil sebagai pembalap tercepat di Grup B dan menjadi ancaman nyata bagi Ramadhipa dalam perebutan posisi runner-up klasemen. Bujosa mencatat waktu 1 menit 41,608 detik saat FP1 dan terus mempertajam kecepatannya.
Musim ini menjadi langkah besar bagi Veda karena ia berhasil membukukan enam kali finis 10 besar secara beruntun. Catatan itu menjadi rekor terbaik bagi AHRT di kelas JuniorGP dan menunjukkan perkembangan pesat Veda.
Dia juga mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang dua kali berturut-turut start dari baris kedua. Pencapaian ini mempertegas posisi Veda sebagai salah satu talenta paling potensial dari Asia.
Ketenangan dan konsistensinya di lintasan membuat Veda semakin disorot sebagai pembalap muda yang siap menembus kompetisi lebih tinggi. AHRT melihat musim ini sebagai fondasi kuat untuk langkah besar berikutnya.
Di sisi lain, Ramadhipa datang ke Valencia dengan kepercayaan diri yang meledak setelah menang dramatis di ETC Catalunya. Kemenangan itu ia raih meski start dari posisi ke-24, menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang menjuarai seri ETC.
"Jadi kami akan mencoba memanfaatkan data yang kami kumpulkan saat itu. Saya ingin menikmati balapan, menampilkan performa terbaik tanpa kesalahan, dan mencoba berada di puncak lagi," kata Rama.
Tambahan 25 poin dari kemenangan di Catalunya membuat posisi Ramadhipa merangkak naik ke urutan ketiga klasemen keseluruhan dengan total 129 poin. Ia hanya unggul tipis satu hingga dua poin dari para rival di posisi empat dan lima.
Rama kini hanya tertinggal 15 poin dari posisi kedua, membuat peluangnya untuk merebut posisi runner-up semakin terbuka lebar. Tekadnya untuk kembali naik podium menjadi motivasi besar menuju balapan pamungkas musim ini.
- MotoGP
- Balap Motor
- Balap Dunia
- Veda Ega Pratama
- JuniorGP Valencia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Bentrokan Warga di Maluku Tenggara, Gubernur Imbau Masyarakat Tahan Diri dan Hindari Hoaks
-
Jambi Siap Batasi Penggunaan HP Siswa, Gubernur Terbitkan Edaran
-
Awas Bahaya! Jangan Gunakan "Roof Box" yang Tak Sesuai saat Mudik Lebaran
-
Veda Ega Pratama Duduk di Posisi Ketiga Klasemen usai Naik Podium di GP Brasil
-
Hasil Lengkap Moto3 Spanyol 2026: Veda Ega Pratama Finis Keenam dan Update Klasemen
-
Verstappen Diliputi Kekecewaan, Mulai Pertanyakan Masa Depannya di Formula 1
-
Nelayan Aceh kembali melaut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.