- Home
-
- Luar Negeri
-
- Varian Flu Baru A H3N2 'Su...
Varian Flu Baru A H3N2 'Subklade K' Berpotensi Parah Menyebar di AS Musim Dingin Ini
Kamis, 20 Nov 2025, 11:52 WIBMusim flu belum sepenuhnya dimulai di Amerika Serikat, tetapi galur virus yang bermutasi dan telah menyebabkan wabah parah di sejumlah negara memicu kekhawatiran menjelang musim dingin.
Varian baru influenza A H3N2 muncul awal tahun ini setelah mengalami sejumlah mutasi, yang dapat meningkatkan kemampuannya lolos dari kekebalan vaksin, kata para ahli.
Dilaporkan Today.com, garis H3N2 yang bermutasi, yang disebut "subklade K", telah menyebar dengan cepat dan mendominasi di beberapa negara di belahan bumi utara.
Garis ini menyebabkan lonjakan infeksi di Jepang, yang kemudian dinyatakan sebagai epidemi influenza setelah mengalami musim flu yang datang lebih awal dan parah, ujar Dr. Robert Hopkins Jr., direktur medis Yayasan Nasional untuk Penyakit Menular, kepada Today.com.
Garis subklade K juga melanda Inggris Raya, yang telah mengalami gelombang infeksi parah lebih awal dari yang diperkirakan. Para pejabat kesehatan negara itu telah memperingatkan Inggris sedang menghadapi salah satu musim dingin terburuknya karena varian H3N2 yang bermutasi menyebar.
Baru-baru ini, varian ini beredar di Kanada, mendorong para ilmuwan untuk memperingatkan tentang ketidakcocokan antara H3N2 dalam vaksin flu saat ini dan subklade K, yang diproyeksikan menjadi varian dominan di seluruh dunia.
âMengetahui bahwa ada varian baru yang bermutasi di luar sana dan H3N2 umumnya menyebabkan penyakit yang lebih parah sungguh mengkhawatirkan,â kata Hopkins.
Di AS, musim flu biasanya mencapai puncaknya antara Desember dan Februari, dan aktivitasnya dapat berlanjut hingga Mei, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Subklade K H3N2 telah terdeteksi di AS, tetapi kurangnya data flu yang diterbitkan oleh CDC selama penutupan pemerintah telah menyulitkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi secara langsung, kata para ahli.
Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang galur H3N2 subklade K, gejala yang perlu diwaspadai, dan apa yang dapat diharapkan pada musim flu ini.
Galur Flu Baru yang Bermutasi: H3N2 'Subklade K'
Ada empat jenis virus influenza (A, B, C, dan D) â influenza A dan B menyebabkan epidemi musiman pada manusia setiap musim dingin, menurut CDC.
Galur dominan yang beredar di AS adalah H1N1 dan H3N2 (keduanya influenza A) dan influenza B. Ketiga galur ini termasuk dalam vaksin influenza tahun ini, ungkap Andrew Pekosz, Ph.D., seorang ahli virologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
Namun, flu bermutasi dengan cepat, kata Pekosz, dan mutasi ini dapat menguntungkan virus.
Hal inilah yang terjadi pada H3N2 awal tahun ini. "Satu jenis H3N2 yang kuat telah muncul dan tampaknya memiliki mutasi yang akan menghindari kekebalan yang diberikan vaksin," kata Pekosz.
Strain subklade K H3N2 memiliki tujuh mutasi baru.
Strain ini pertama kali terdeteksi di Eropa pada bulan Juni, setelah para ilmuwan memilih strain spesifik untuk dimasukkan dalam vaksinasi flu tahun ini, kata Hopkins. "Kami pikir kekebalan vaksin tidak akan mengenali virus subklade K H3N2 ini dengan baik," tambah Pekosz.
Yang juga mengkhawatirkan para ahli adalah kemunculan subklade K H3N2 bertepatan dengan musim flu awal yang parah di beberapa negara di mana strain ini dominan â yaitu Jepang dan Inggris.
H3N2 umumnya dianggap lebih parah di semua usia, terutama di kalangan lansia dan anak-anak, kata Pekosz. "Ketika kita melihat aktivitas awal H3N2, saya pikir itu sangat mengkhawatirkan," tambahnya.
Strain Flu Baru Sebabkan Musim Flu Lebih Parah?
Masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana musim flu akan berlangsung di AS, tetapi para ahli mengatakan keterlambatan data mempersulit pelacakan aktivitas flu. Selama 44 hari penutupan pemerintah, CDC tidak menerbitkan data penyakit pernapasan baru.
Menurut laporan pengawasan "FluView" terbaru CDC untuk pekan yang berakhir 8 November, aktivitas flu tetap rendah secara nasional, tetapi kasusnya meningkat, terutama di kalangan anak-anak. Angka positif tes, kunjungan rawat jalan, dan rawat inap juga meningkat.
Data dari WastewaterSCAN, yang memantau penyakit melalui sistem air limbah kota, menunjukkan bahwa konsentrasi flu A meningkat.
"Kita belum tentu melihat musim awal," kata Hopkins. Namun, kasus diperkirakan akan meningkat dalam beberapa minggu mendatang, terutama setelah liburan. Munculnya subklade K H3N2 membuat beberapa ahli khawatir akan musim yang sulit di masa mendatang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
TNI dan SAF Perkuat Kerja Sama Strategis Lewat Forum HLC CARM-Indosin ke-26 di Jakarta
-
Hasil Liga Premier: Arsenal Memimpin, Chelsea dan Tottenham Bersinar
-
Bupati Pati Dipanggil KPK, Terseret Kasus Suap DJKA Kemenhub?
-
Pameran Staging Desire Menyatukan Dua Visioner di Komunitas Salihara
-
Penyaluran Bantuan Pangan Beras di Aceh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.