Semeru Meletus, Khofifah Minta Warga Sekitar Waspada dan Mengungsi
Kamis, 20 Nov 2025, 08:52 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga di sekitar Gunung Semeru meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tersebut menjadi Level IV Awas.
âKeselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas), kami meminta seluruh warga untuk mematuhi larangan masuk ke zona bahaya. Dan segera mengungsi jika mendapat instruksi dari petugas di lapangan,â kata Gubernur Khofifah di Surabaya, Rabu malam.
Khofifah mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), relawan, serta unsur terkait lainnya telah bersiaga untuk melakukan mitigasi, memantau aktivitas vulkanik, serta menyiapkan fasilitas pengungsian.
âKami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah percaya informasi yang tidak resmi,â katanya.
Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Semeru pada pukul 14.13 WIB mengeluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 14 kilometer. Aktivitas vulkanik berlanjut hingga pukul 17.00 WIB sebelum status dinaikkan menjadi Level IV atau Awas.
âAwan panas guguran masih berlangsung dengan amplitudo maksimum mencapai 34 mm dan kecenderungan arah luncur ke utara. Saya meminta masyarakat untuk tetap tenang, tetap waspada, dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan,â ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menutup akses Jembatan Gladak Perak dan mensterilkan semua jalur yang berpotensi terdampak awan panas guguran.
Evakuasi warga berlangsung di tiga kecamatan, yakni Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung.
Lima titik pengungsian disiapkan, yaitu Pendopo Kecamatan Candipuro, Balai Desa Oro-Oro Ombo, Balai Desa Penanggal, SDN 4 Supiturang, serta SMPN 2 Pronojiwo. Pendataan jumlah pengungsi masih dilakukan pemerintah desa bersama petugas gabungan.
âSaya telah meminta BPBD Jatim dan BPBD Lumajang untuk memastikan seluruh warga terdampak menuju lokasi pengungsian dengan aman dan terdata dengan baik,â kata Khofifah.
BPBD Jawa Timur melaporkan adanya aroma belerang pekat di beberapa permukiman yang menimbulkan gangguan kenyamanan dan pernapasan.
âWarga yang mengalami iritasi, sesak napas, atau gejala lain agar segera menuju pos kesehatan terdekat. Masker sudah didistribusikan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD,â ucap Khofifah.
Hingga pukul 18.00 WIB, langkah penanggulangan meliputi koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemantauan lapangan oleh BPBD Kabupaten Lumajang, evakuasi warga, pengaturan arus pengungsi, distribusi masker, serta penyisiran area Gunung Sawur.
âSaya memohon seluruh warga di sekitar Semeru untuk mengutamakan keselamatan. Jangan menunggu arahan kedua. Petugas kami terus bekerja di lapangan,â kata Khofifah.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi lintas pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat.
âSemoga situasi dapat segera terkendali dan seluruh warga dalam keadaan sehat dan selamat. Mari saling menjaga, saling membantu, dan mematuhi instruksi petugas," katanya.
- Erupsi Gunung Semeru
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Symphony of the Archipelago: Merayakan 75 Tahun Persahabatan Indonesia-Swiss Melalui Musik
-
Kapal Pesiar Terbakar Saat Menuju Singapura, ABK WNI Meninggal Dunia
-
Gunung Semeru Masih Erupsi! Badan Geologi Ingatkan Warga dan Pendaki Waspadai Potensi Bahaya Susulan
-
Libur Lebaran Aman, BPH Migas Pastikan BBM di Bopunjur Tetap Terkendali
-
Realisasi Okupansi Tiket Kereta Api pada Angkutan Lebaran
-
Di Tengah Tantangan Cuaca, Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North
-
Roy Genggam Segera Terbitkan Buku "Memotret Pemotret II"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.