Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Heboh! Menteri Singapura Sebut Pemain dan Penggemar Sepakbola Hong Kong 'Idiot'

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Heboh! Menteri Singapura Sebut Pemain dan Penggemar Sepakbola Hong Kong 'Idiot' Doc: Instagram/David Neo
Ket. Penjabat Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda, David Neo, (mengenakan lanyard) berbicara kepada timnas sepak bola Singapura setelah kemenangan tandang 2-1 atas Hong Kong pada 18 November.

SINGAPURA - Seorang menteri Singapura mengatakan ia "seharusnya lebih hormat" setelah menyebut para pemain dan penggemar sepak bola Hong Kong "idiot" usai pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027.

Pernyataan David Neo memicu kritik dan membayangi kemenangan 2-1 Singapura di Hong Kong, yang membawa mereka ke kompetisi tertinggi benua itu untuk pertama kalinya sejak 1984.

Tim Singa menorehkan sejarah olahraga nasional setelah mengalahkan Hong Kong 2-1 untuk mengamankan tempat mereka di turnamen 2027 di Arab Saudi.

Ini adalah pertama kalinya Tim Singa lolos ke Piala Asia berdasarkan prestasi. Satu-satunya penampilan Singapura terjadi pada tahun 1984, ketika mereka otomatis menjadi tuan rumah.

Dalam sebuah klip video yang beredar daring dari siaran langsung yang diungggah striker Lions, Ikhsan Fandi, Neo terlihat menyapa para pemain yang bersorak gembira.

“Fantastis. Kalian ditekan oleh mereka, semua penggemar benar-benar idiot, dan para pemain juga… bermain seperti idiot, tetapi kalian semua bermain seperti Singa,” kata Neo di tengah sorak sorai yang memenuhi ruangan.

Seorang pengguna Instagram mengatakan ia “benar-benar bertindak tidak pantas” sebagai seorang menteri. 

"Saya tarik kembali ucapan saya. Tim Hong Kong sangat tangguh dan para penggemar mereka sepenuhnya mendukung mereka. Itu sesuatu yang harus kita hormati, dan mari kita juga dukung Lions kita," ujarnya.

Neo, pelaksana tugas menteri kebudayaan, komunitas, dan pemuda, kemudian mengatakan ia menyesali pernyataan tersebut.

"Memang, saya mungkin seharusnya lebih hormat," tulisnya di Instagram menanggapi komentar yang mengecam pernyataannya.

Neo juga mengunggah klip video terpisah yang menampilkan pidatonya di ruang ganti di laman Facebook-nya.

Saat dihubungi CNA, kantor kementeriannya mengatakan Neo tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait masalah tersebut.

Kementerian Neo tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP pada hari Kamis.

Asosiasi sepak bola Hong Kong juga tidak menanggapi permintaan serupa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.