Berpotensi Melemah Lanjutan, 19 November 2025

Rabu, 19 Nov 2025, 09:15 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali melemah terha­dap dollar AS dalam perdagangan tengah pekan ini. Per­gerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen menurunnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed pada bulan depan. 

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi melihat pelaku pasar masih mencari pandangan tentang kebijakan moneter The Fed (Federal Reserve) setelah ber­akhirnya penutupan pemerintah terpanjang dalam seja­rah AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Berdasarkan pantauan CME Fedwatch, investor mem­perkirakan peluang penurunan Fed Fund Rate (FFR) se­besar 42,4 persen dan sekitar 57,6 persen peluang The Fed mempertahankan suku bunga. Ibrahim menjelaskan beberapa pembuat kebijakan The Fed, termasuk Presiden The Fed Atlanta Bostic dan Presiden The Fed Kansas City Schmid menyuarakan kekhawatiran tentang inflasi atau mengisyaratkan dukungan untuk mempertahankan suku bunga tetap.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (19/11), bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di kisaran 16.750 – 16.770 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Selasa (18/11) sore, melemah 15 poin atau 0,09 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.751 rupiah per dollar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva menjelaskan pelemahan rupiah tak lepas dari pergeseran preferensi investor menuju aset safe haven di tengah keti­dakpastian global. Kondisi pasar yang cenderung risk-off membuat permintaan terhadap instrumen berisiko, ter­masuk mata uang emerging market, menurun. Akibatnya, tekanan jual terhadap rupiah meningkat.

Situasi ini menegaskan pentingnya stabilitas sentimen global serta peran kebijakan domestik dalam menjaga ke­percayaan pasar dan meredam volatilitas nilai tukar. “Arus modal asing masih berhati-hati, sementara dollar AS tetap mendapat dukungan dari ketidakpastian global dan prefe­rensi investor terhadap aset safe haven,” katanya di Jakarta.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.