Trump Luncurkan Visa Jalur Cepat bagi Pemegang Tiket Piala Dunia 2026

Selasa, 18 Nov 2025, 08:48 WIB

WASHINGTON, AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Selasa (18/11) mengumumkan skema visa jalur cepat khusus bagi para pemegang tiket Piala Dunia 2026. Namun, pemerintahannya menegaskan bahwa fasilitas itu bukan jaminan otomatis untuk bisa memasuki wilayah AS.

Amerika Serikat sebelumnya berjanji memberikan pengalaman yang mulus bagi para pengunjung selama turnamen tahun depan, meski terdapat kekhawatiran bahwa pengetatan perbatasan di era Trump dapat mempersulit kedatangan para suporter.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino di Oval Office, Gedung Putih Washington DC, Selasa (18/11). — Sumber: AFP

“Bagi mereka yang berniat datang ke Piala Dunia, saya sangat mendorong Anda untuk segera mengajukan permohonan,” ujar Trump di Oval Office saat memperkenalkan skema tersebut bersama Presiden FIFA Gianni Infantino.

Infantino yang kerap tampil bersama Trump sejak sang presiden dari Partai Republik kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, menyebut program “FIFA Pass” sebagai pengumuman yang sangat penting.

“Jika Anda memiliki tiket Piala Dunia, Anda bisa mendapatkan jadwal wawancara visa yang diprioritaskan,” kata Infantino. “Kami memperkirakan antara lima hingga 10 juta orang akan datang ke Amerika dari seluruh dunia untuk menikmati Piala Dunia. Dengan FIFA Pass ini, kami dapat memastikan bahwa mereka yang membeli tiket, para suporter sepak bola yang sah, dapat hadir dalam kondisi terbaik.”

Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberi peringatan kepada calon pengunjung.

“Tiket Anda bukan visa,” tegas Rubio. “Tiket tidak menjamin Anda akan masuk ke AS. Yang diberikan hanyalah percepatan jadwal wawancara, tetapi proses pemeriksaan tetap sama.”

Rubio menyebut pemegang tiket akan memperoleh jadwal wawancara dalam kurun enam hingga delapan pekan melalui program tersebut, sambil mengimbau agar masyarakat segera mengurus permohonan. “Jangan tunggu sampai menit terakhir,” ujarnya.

Trump menjadikan Piala Dunia sebagai salah satu agenda utama pada masa jabatan keduanya, bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan AS tahun depan. Namun, pesta sepak bola terbesar di dunia itu tak luput dari gejolak politik yang dipicu kebijakan keras Trump terkait berbagai isu domestik.

Trump bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan memindahkan sejumlah pertandingan dari beberapa kota tuan rumah, dengan alasan pengetatan keamanan atas apa yang ia sebut sebagai maraknya kriminalitas dan migrasi di kota-kota yang dipimpin Partai Demokrat.

Pengundian grup Piala Dunia dijadwalkan berlangsung di Washington pada 5 Desember. Pada hari yang sama, FIFA juga akan memperkenalkan penghargaan perdamaian baru, yang menurut spekulasi luas, berpotensi diberikan kepada Trump.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.