Ketergantungan Air Tanah Tinggi, Pemkot Yogya Minta Penggunaan Dikurangi
Senin, 17 Nov 2025, 03:30 WIBYogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta warga mengurangi ketergantungan air tanah dan beralih ke air perpipaan untuk mengatasi krisis air yang mengancam wilayah itu.
"Kita harus mengurangi ketergantungan air tanah. Air perpipaan perlu diperluas, karena kalau masyarakat terus memakai sumur bor, kualitas dan kuantitas air tanah akan semakin turun," ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam diskusi bertajuk "Bumi di Tepi Neraca" di Yogyakarta, Minggu (16/11).
Hasto mengatakan persoalan lingkungan di Kota Yogyakarta tidak sekadar berkaitan dengan eksploitasi usaha, tetapi juga dipicu oleh perilaku masyarakat yang masih abai.
Dia menyebut penurunan muka air tanah, pencemaran sungai, hingga tingginya volume sampah di kota gudeg sebagai dampak langsung dari pola hidup warga.
"Masalahnya adalah perilaku manusia. Meskipun tidak ada eksploitasi alam, kalau perilaku masyarakat tidak berubah, lingkungan tetap rusak," kata dia.
Karena itu, menurut Hasto, Pemkot Yogyakarta menempatkan edukasi dan perubahan perilaku sebagai strategi utama.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta juga meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan sampah dan limbah rumah tangga ke sungai, mengingat praktik tersebut masih banyak dilakukan warga.
Selain mendorong warga beralih ke air perpipaan, Hasto juga menekankan pentingnya pembangunan kota yang selaras dengan keseimbangan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Perda RPJMD 2025-2029.
"Pembangunan kota harus menjaga keseimbangan kepentingan ekonomi, sosial, dan pelestarian lingkungan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan," tutur Hasto.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kutukan Kane Telah Patah, Bayern Bidik Gelar dan Hadiah di Piala Dunia Antarklub
-
Pangkogabwilhan I Tegaskan Penguatan Ketahanan Nasional di Wilayah Perbatasan
-
Kemenekraf dan Pendopo Berkolaborasi Angkat Profil UMKM Kriya di Cibubur
-
Menko AHY: Festival Cap Go Meh Kirim Pesan Harmoni di Tengah Ketidakpastian Global
-
Enam Fenomena Langit Bakal Terjadi di Bulan Desember Ini
-
Horor Kitab Sijjin & Illiyyin Jadi Film Nomor 1 di Malaysia
-
Piala Dunia Antarklub Jadi Ujian Status Chelsea Sebagai Klub Elite Eropa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.