IHSG Hari Ini Ngebut Sendirian! Bursa Asia Rontok, Pasar RI Tetap Meroket

Senin, 17 Nov 2025, 17:40 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meski bursa-bursa utama di kawasan Asia melemah.

Pergerakan ini menunjukkan ketahanan pasar domestik yang ditopang oleh aliran beli investor lokal dan ekspektasi positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Ket. Foto: Layar menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A

Sektor-sektor defensif dan komoditas menjadi penopang, menandakan pelaku pasar masih melihat prospek pertumbuhan yang solid.

Divergensi ini juga mencerminkan bahwa sentimen global belum sepenuhnya menekan pasar Indonesia, sekaligus memberi sinyal bahwa IHSG memiliki ruang untuk mempertahankan momentum positif selama faktor domestik tetap kondusif.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (17/11) sore ditutup menguat 46,44 atau 0,55 persen ke posisi 8.416,88 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,79 poin atau 0,69 persen ke posisi 849,92.

“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 8.450- 8.480,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan politik antara Tiongkok dan Jepang, setelah Tiongkok memperingatkan warganya tentang rencana perjalanan dan studi di Jepang.

Kementerian Pendidikan Tiongkok menyatakan meningkatnya risiko keselamatan bagi warga negara Tiongkok di Jepang.

Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat akibat komentar pejabat The Fed yang cenderung hawkish, sehingga melemahkan harapan akan penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Rabu (19/11), dan mencermati data pertumbuhan kredit serta data uang beredar (M2 money supply) periode Oktober 2025.

IHSG dibuka menguat dan betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 2,29 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 2,03 persen dan 0,92 persen.

Sedangkan empat sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,73 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun 0,87 persen dan 0,26 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu APEX, MINA, LUCK, BABY, dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, SHIP, PUDP, PJHB, dan NTBK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.687.419 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,99 miliar lembar saham senilai Rp21,07 triliun. Sebanyak 354 saham naik, 387 saham menurun, dan 173 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 51,03 poin atau 0,10 persen ke 50.325,00, indeks Hang Seng melemah 188,18 poin atau 0,71 persen ke 26.284,28, indeks Shanghai melemah 18,46 poin atau 0,46 persen ke 3.972,14, dan indeks Strait Times menguat 1,48 poin atau 0,05 persen ke 4.543,04.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.