BRIN Melakukan Riset terhadap Jenis Kambing Lakor asal Indonesia Timur

Senin, 17 Nov 2025, 09:17 WIB

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan riset terhadap jenis Kambing Lakor dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati kambing lokal di wilayah Indonesia Timur.

Melalui keterangan di Jakarta, Senin (17/11), Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari menegaskan pentingnya pelestarian sumber daya genetik ternak lokal, khususnya kambing, melalui riset mendalam berbasis molekuler dan pendekatan kearifan lokal.

Ket. Foto: Ilustrasi - Ternak kambing budi daya milik desa di Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (16/6/2025). — Sumber: ANTARA

"Kambing lokal merupakan bagian penting dari sistem kehidupan masyarakat di banyak wilayah Indonesia. Ia menjadi sumber protein hewani yang mudah dijangkau sekaligus aset ekonomi yang bernilai," katanya.

Puji mengingatkan bahwa erosi genetik dapat terjadi jika tekanan persilangan dengan ras unggul tidak diimbangi upaya konservasi plasma nutfah. Sebab dalam beberapa dekade terakhir, tekanan terhadap populasi ternak lokal meningkat seiring penggunaan ras unggul eksotis untuk mengejar produktivitas daging dan susu.

"Jika keragaman genetik hilang, kita bukan hanya kehilangan kekayaan biologis, tetapi juga mengurangi daya adaptasi ternak terhadap perubahan lingkungan dan penyakit," ujarnya menegaskan.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Santoso, menyampaikan bahwa plasma nutfah kambing lokal Timur Indonesia memiliki potensi genetik yang luar biasa.

Namun, lanjut dia, tekanan populasi akibat persilangan tidak terkendali serta minimnya upaya konservasi sistematis dapat mengancam keberlangsungan Kambing Lakor, di mana ketiadaan upaya konservasi yang sistematis, maka potensi genetik tersebut dapat hilang.

"Nah di sinilah riset dan inovasi sangat berperan penting, bukan hanya untuk memahami keragaman genetic, tetapi juga melindungi dan mengembangkannya bagi ketahanan pangan masa depan," ujar Santoso.

Terkait hal tersebut, Peneliti Pusat Riset Peternakan BRIN, Procula Rudlof Matitaputty, memaparkan hasil penelitian terkait Kambing Lakor dari Pulau Lakor, Maluku Barat Daya.

Ia menjelaskan bahwa Kambing Lakor memiliki banyak keunggulan, mulai dari produktivitas tinggi, adaptasi lingkungan kering, variasi pola warna, hingga pertumbuhan yang cepat, serta menunjukkan bahwa Kambing Lakor termasuk kelompok monofiletik dengan satu garis maternal yang sama, menandakan kemurnian genetik yang kuat.

Namun, Rudlof juga menyoroti sejumlah kendala lapangan seperti minimnya tenaga kesehatan hewan, rendahnya kapasitas peternak dalam manajemen reproduksi, pemasaran hewan produktif yang belum terarah, serta keterbatasan obat dan layanan kesehatan ternak.

Menurut dia, teknologi molekuler seperti genome sequencing semakin penting untuk mengungkap keragaman genetik dengan akurasi tinggi dan mendukung konservasi plasma nutfah.

Di samping itu, kearifan lokal juga memainkan peran besar dalam menjaga keberlanjutan populasi Kambing Lakor.

"Kambing Lakor memiliki prospek pengembangan yang sangat baik. Tingkat keragamannya menjadi modal penting untuk program pemuliaan dan peningkatan produktivitas," tutur Procula Rudlof Matitaputty.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.