Festival Cerita Rakyat Pecah! Gubernur Pramono Gaungkan Soal Identitas Bangsa dan Jaga Warisan Nusantara

Minggu, 16 Nov 2025, 16:15 WIB

JAKARTA - Festival Storytelling Cerita Rakyat 2025: Suara Nusantara resmi digelar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dan mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang penting untuk menghidupkan kembali budaya literasi anak sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda pada cerita rakyat Nusantara.

Gubernur Pramono menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya agenda seni, tetapi juga sarana membangun karakter anak Jakarta di tengah derasnya arus digital. Ia menegaskan bahwa kisah-kisah klasik Nusantara harus terus dipertahankan agar tidak hilang ditelan zaman.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Saya mengapresiasi para penyelenggara, pendidik, pendongeng, komunitas literasi, dan anak-anak hebat yang hadir dengan antusias."

Menurut Pramono, cerita rakyat mengandung nilai fundamental seperti keberanian, kejujuran, persahabatan, dan kecintaan pada Tanah Air. Ia mengatakan legenda-legenda yang diwariskan dari Sabang sampai Merauke adalah aset budaya tutur yang wajib dijaga oleh generasi hari ini.

Gubernur Pramono menekankan bahwa di era modernisasi yang serba cepat, anak-anak membutuhkan pegangan moral yang kuat dari cerita-cerita yang telah hidup ratusan tahun. Nilai-nilai itu dinilainya relevan dalam membentuk karakter generasi yang berintegritas dan berdaya saing.

"Saya ingin cerita-cerita itu tidak hanya menjadi legenda masa lalu. Nilai seperti kejujuran, kerja keras, gotong royong, etika, dan sopan santun harus kembali menguatkan kisah-kisah rakyat seperti Timun Mas, Sangkuriang, atau Kancil."

Ia menambahkan bahwa hilangnya minat terhadap cerita rakyat dapat berakibat pada pudarnya identitas nasional di tengah gempuran budaya global. Pramono mengingatkan bahwa penguatan karakter bangsa dimulai dari kebiasaan kecil seperti membaca dan mendengarkan dongeng.

"Jika tidak berhati-hati, kita bisa kehilangan identitas."

Gubernur Pramono juga mendorong agar cerita rakyat dari berbagai daerah digali, dibukukan, dan diproduksi ulang dalam bentuk yang lebih modern. Ia menyebut upaya ini bermanfaat untuk memperkaya koleksi perpustakaan di taman bacaan, sekolah, hingga RPTRA di seluruh Jakarta.

Menurutnya, festival ini menghadirkan ruang yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menumbuhkan imajinasi dan keberanian berinteraksi dengan budaya mereka sendiri. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memantik kebiasaan membaca serta membuat anak-anak lebih percaya diri dan kreatif.

Gubernur Pramono menilai keberhasilan festival ini menjadi bukti bahwa literasi dapat dikemas secara menarik dan tetap relevan untuk generasi digital. Ia mengapresiasi antusiasme para orang tua, komunitas literasi, dan lembaga pendidikan yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Jakarta menurutnya terus memperkuat fasilitas ramah anak melalui 324 RPTRA yang tersebar di seluruh wilayah kota. Ia memastikan fasilitas tersebut akan terus ditingkatkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.

Pemprov DKI juga memperkuat ekosistem literasi melalui perpustakaan publik, ruang baca sekolah, hingga kegiatan membaca bersama yang digiatkan oleh berbagai komunitas. Pramono menyebut penguatan ekosistem literasi merupakan amanat penting karena Jakarta adalah satu-satunya City of Literature di Asia Tenggara.

Pemprov DKI menegaskan bahwa status Jakarta sebagai kota literasi global harus dibarengi dengan inisiatif nyata di tingkat komunitas. Karena itu, berbagai program literasi akan terus diperluas agar menjangkau anak, remaja, hingga keluarga.

Gubernur Pramono menutup sambutannya dengan rasa bangga karena Jakarta menjadi titik awal penyelenggaraan Festival Storytelling Cerita Rakyat: Suara Nusantara. Ia berharap gelaran ini dapat menjadi momentum besar untuk menghidupkan kembali tradisi tutur Nusantara di tengah modernisasi.

"Semoga festival ini menjadi ikhtiar kita menghidupkan kembali cerita-cerita yang membentuk budaya bangsa, sekaligus menginspirasi generasi penerus untuk mencintai literasi Nusantara."

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.