Sembilan Orang Tewas - Puluhan Luka dalam Ledakan Bahan Peledak Sitaaan di Kantor Polisi Kashmir, India

Sabtu, 15 Nov 2025, 16:21 WIB

SRINAGAR - Setidaknya sembilan orang tewas dan 32 orang terluka setelah sejumlah bahan peledak sitaan meledak di dalam kantor polisi di Kashmir yang dikuasai India , Jumat (14/11).

"Ledakan terjadi di daerah Nowgam, Srinagar, kota utama di wilayah tersebut, Jumat malam ketika tim ahli forensik dan polisi sedang memeriksa bahan peledak," kata Nalin Prabhat, direktur jenderal kepolisian wilayah tersebut. Ia mengesampingkan kemungkinan adanya tindak kejahatan, dan menyatakan bahwa itu adalah kecelakaan.

Ket. Foto: Ledakan dahsyat yang tidak disengaja itu menghancurkan kantor polisi, membakar kantor polisi dan beberapa kendaraan. — Sumber: Istimewa

Dari The Guardian, ebagian besar korban tewas adalah polisi dan petugas forensik. Beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.

Ledakan dahsyat itu menghancurkan kantor polisi, membakar kantor polisi dan beberapa kendaraan. Menurut media lokal, ledakan-ledakan kecil yang terjadi secara beruntun menghalangi operasi penyelamatan.

Ledakan di kantor polisi terjadi beberapa hari setelah ledakan mobil mematikan pada hari Senin di New Delhi , yang menewaskan sedikitnya delapan orang di dekat Benteng Merah bersejarah kota itu. Para pejabat India menyebutnya sebagai " insiden teror keji " yang dilakukan oleh "pasukan anti-nasional".

Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah polisi di Kashmir mengatakan mereka telah membongkar sel militan yang diduga beroperasi dari wilayah yang disengketakan, menangkap sedikitnya tujuh orang, termasuk dua dokter dari kota-kota India, dan menyita sejumlah besar bahan pembuat bom di kota Faridabad.

Badan keamanan India sejak itu telah melakukan serangkaian penggerebekan di Kashmir sebagai bagian dari penyelidikan mereka terhadap ledakan mobil, menginterogasi ratusan orang dan menahan banyak orang.

Polisi telah membawa bahan peledak yang disita di Faridabad ke Kashmir sebagai bagian dari penyelidikan mereka, dan menambahkan bahwa bahan-bahan tersebut “disimpan dengan aman di area terbuka” di kantor polisi, tempat penyelidikan yang mengarah pada dugaan sel militan dimulai bulan lalu, menurut Prabhat, pejabat tinggi.

Ia mengatakan tim ahli sedang mengambil sampel untuk penyelidikan forensik ketika ledakan terjadi, dan menyebutnya sebagai "ledakan yang tidak disengaja".

“Spekulasi apa pun mengenai penyebab insiden ini tidak diperlukan.”

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.