Penambahan Alat Berat untuk Mempercepat Penanganan Longsor Cilacap
Sabtu, 15 Nov 2025, 23:45 WIBCilacap - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menambah alat berat untuk mempercepat penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, khususnya dalam pencarian korban yang masih tertimbun material longsoran.
"Kondisi di lapangan terutama daerah yang terdampak tanah longsoran itu harus sangat hati-hati dalam penanganan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Sabtu.
Menurut dia, BPBD Jateng bersama instansi terkait melakukan operasi pencarian sejak pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Ia mengatakan situasi di lapangan masih labil, terlebih cuaca sempat mendung dan hujan yang membuat proses evakuasi harus dihentikan sementara karena berpotensi membahayakan tim.
Oleh karena itu, kata dia, penambahan alat berat dilakukan untuk mempercepat pembukaan akses dan pencarian.
âSebelumnya telah ada dua unit alat berat di lokasi, kemudian ditambah dua unit lagi, dan pada Sabtu ini didatangkan tiga unit tambahan. Penambahan berikutnya memungkinkan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan,â katanya menjelaskan.
Ia mengatakan faktor cuaca masih menjadi perhatian utama karena hujan deras seperti yang terjadi pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (14/11), menyebabkan tanah makin lembek sehingga meningkatkan risiko longsor susulan dan menghambat mobilisasi tim.
Selain pencarian korban, kata dia, klaster penanganan darurat bencana âtermasuk logistik, kesehatan, dan perlindungan wargaâ telah berjalan.
âAkses menuju lokasi longsor juga ditutup untuk umum demi memastikan keselamatan dan kelancaran operasi SAR,â katanya.
Menurut dia, kebutuhan dasar warga terdampak telah terpenuhi melalui bantuan pangan, sembako, dan layanan dapur umum.
Terkait dengan upaya pemulihan pascabencana, dia mengatakan pemerintah berencana mengusulkan pembangunan hunian sementara (huntara) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara lahan disiapkan oleh pemerintah daerah.
âSaat ini terdapat 17 kepala keluarga terdampak, sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat karena wilayah Dusun Cibuyut dan Tarukahan memiliki hubungan kekerabatan yang dekat,â kata Bsrgas.
Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan difokuskan pada pencarian korban hilang dan evakuasi warga sejak hari pertama kejadian.
âPemprov Jateng saat ini terus melakukan penanganan, dengan prioritas utamanya pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat sejak hari pertama longsor terjadi,â katanya.
Pada hari ketiga pencarian, Sabtu, tim SAR gabungan menemukan 8 jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, sehingga sudah 11 korban yang ditemukan dan masih ada 10 orang yang dalam pencarian.
- Tanah Longsor
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
AS Terus Desak Isu Rudal Dibahas Saat Pembicaraan Baru dengan Iran di Jenewa
-
Tanah Longsor di Dramaga sebabkan Satu Warga Meninggal
-
Antisipasi Kebakaran, BPBD Tangerang Imbau Warga Cek Instalasi Listrik secara Berkala
-
Percantik Kota di Malam Hari, Pemkab Barito Utara Tata Ulang Lampu Muara Teweh
-
Wilayah Udara Qatar, Bahrain, dan Kuwait Ditutup, Apa yang Harus Dilakukan Pelancong yang Terjebak?
-
LG Dorong Edukasi Cuci Higienis di Musim Hujan Lewat Inovasi Mesin Cuci AI
-
Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.