ITDC Genjot Pariwisata Hijau Bali lewat Armada Bus Listrik Perdana
Sabtu, 15 Nov 2025, 19:05 WIBBADUNG â Menciptakan pariwisata hijau menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sektor wisata di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan.
Dengan mendorong penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah yang ketat, serta pelibatan masyarakat lokal, pariwisata hijau tidak hanya menekan jejak karbon tetapi juga meningkatkan kualitas destinasi secara jangka panjang.
Pendekatan ini membuat ekosistem alam tetap terjaga sehingga daya tarik wisata tetap lestari, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Selain itu, tren wisata global menunjukkan meningkatnya preferensi wisatawan terhadap destinasi yang bertanggung jawab secara ekologis, sehingga transformasi menuju pariwisata hijau semakin relevan untuk memperkuat daya saing daerah wisata Indonesia.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mulai mengoperasikan kendaraan bus antarjemput wisatawan atau shuttle yang memanfaatkan daya listrik guna mendukung pariwisata hijau yang ramah lingkungan.
"Inisiatif uji coba transportasi listrik ini merupakan langkah kami memperkuat diri sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan terintegrasi yang rendah emisi," kata General Manager ITDC the Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (14/11).
Pihaknya menggandeng salah satu perusahaan penyedia kendaraan listrik untuk mengakselerasi penerapan transportasi berbasis listrik di Pulau Bali, sekaligus memperluas adopsi kendaraan listrik di sektor pariwisata berkelanjutan.
Ia menjelaskan bus listrik itu mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengawasan operasional dilakukan sesuai waktu terkini, termasuk pemantauan lokasi kendaraan, efisiensi energi dan biaya operasional, perilaku pengemudi serta pola berkendara.
Ada pun armada yang digunakan adalah bus listrik dengan panjang 7,5 meter dan memiliki kapasitas baterai 134 kilowatt per jam (kWh) dengan jarak tempuh sekitar 180 kilometer pada pemakaian 80 persen dan tiga unit motor listrik.
Sebelumnya, unit bus listrik itu telah digunakan untuk uji coba bersama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Operator Trans Metro Dewata.
Uji coba yang berlangsung selama dua bulan itu menunjukkan hasil positif dengan total jarak tempuh lebih dari 7.500 kilometer dan efisiensi energi mencapai 2 kilometer per kWh.
"Setiap 1 kWh mampu menempuh jarak hingga 2 km," ucapnya.
Hasil itu mencatat penghematan biaya energi sebesar 31 persen dan pengurangan emisi hingga 1.830 kilogram karbon dioksida (CO2) atau 30 persen dibandingkan dengan bus konvensional.
Pengoperasian bus listrik itu akan dilakukan tahap pertama uji coba selama kurang lebih satu bulan dengan waktu operasional dimulai dari pukul 09.00- 22.00 WITA dengan rute yang menghubungkan perhotelan di kawasan itu menuju destinasi populer, seperti Bali Collection, Museum Pasifika, Devdan Show, dan Pulau Peninsula.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pakistan Catat 706 Orang Tewas Akibat Hujan Monsun sejak Juni 2025
-
Kejar Wisatawan Imlek, ITDC Padukan Barongsai dan Kecak di Nusa Dua
-
Wow! Gara-gara Aktivitas Seismik, 2 Pulau di Jepang Bergeser Hampir 10 Cm dalam 3 Hari
-
Menteri PKP Tambah Kuota Rumah Subsidi Jember Jadi 10 Ribu Unit
-
Tahun 2026, Sektor Maritim Diprediksi Penuh Tantangan
-
Lestari Moerdijat Sebut Upaya Ciptakan Ruang Aman bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Harus Jadi Kepedulian Bersama
-
Lewat Program FAM Trip, Kemenpar Promosikan Kuliner dan Keindahan Danau Toba
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.