Polri Bangun 5 Tempat Berdoa di Gunung Sindur

Jumat, 14 Nov 2025, 03:39 WIB

TANGERANG – Sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan persatuan nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun lima tempat berdoa didalam satu kawasan pendidikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo beserta jajaran menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kapel untuk doa umat Katolik, gereja Protestan, pura, vihara, serta Masjid Al-Nadhah Suhada di lingkungan sekolah tersebut. Seluruh sarana ibadah itu dibangun berdekatan sebagai simbol kebinekaan.

Ket. Foto: Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin kegiatan Peletakan Batu Pertama Rumah Ibadah Non-Muslim di kawasan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. — Sumber: ANTARA/HO-Polri

Karowatpers Staf Sumber Daya Manusia Polri Brigadir Jenderal Polisi Budhi Herdi menyatakan kehadiran berbagai tempat doa tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan karakter siswa. “Kami sadar akan perbedaan, tetapi itu justru menguatkan persatuan,” ujarnya. Budhi menjelaskan seluruh peserta didik akan diperkenalkan sejak awal akan keberagaman agama dan nilai kebangsaan.

Upaya ini dilakukan agar siswa mampu hidup dalam harmoni serta tidak terpecah oleh latar belakang yang berbeda. Karo Penmas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan pembangunan fasilitas ibadah lintas agama merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memperkuat kebinekaan. “Ini bagian dari kontribusi Polri untuk menjaga persatuan sesuai arahan Presiden dan Kapolri,” katanya.

Beri Bantuan

Selain membangun tempat ibadah, Polri juga menyalurkan seribu paket sembako dan santunan kepada seratus anak yatim bagi masyarakat sekitar sekolah. Kegiatan itu mempererat kedekatan Polri dengan warga. Trunoyudo menuturkan, keterlibatan masyarakat amat penting dalam pembangunan kawasan pendidikan tersebut.

Polri berharap dukungan publik dapat terus mengalir hingga seluruh fasilitas rampung tahun depan. Pembangunan SMA KTB diarahkan menjadi sekolah unggulan berstandar internasional yang menanamkan karakter toleran bagi generasi muda. Hal itu dilakukan melalui kurikulum internasional dan lingkungan sosial yang mencerminkan keberagaman Indonesia. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.