Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beijing Sebut Pernyataan Menlu G7 Sebagai Pencemaran Nama Baik Tiongkok

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing Sebut Pernyataan Menlu G7 Sebagai Pencemaran Nama Baik Tiongkok Doc: Antara
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (13/11).

Beijing - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut pernyataan bersama para menteri luar negeri kelompok G7 soal Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan merupakan pencemaran nama baik Tiongkok.

"Pernyataan bersama tersebut sekali lagi merupakan penggambaran fakta yang salah, pencemaran nama baik yang disengaja terhadap Tiongkok dan campur tangan yang sangat besar dalam urusan dalam negeri Tiongkok. Tiongkok menyesalkan dan menentang hal tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (13/11).

Pada Kamis (13/11), para menteri luar negeri G7 yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, serta perwakilan Uni Eropa membuat pernyataan bersama setelah bertemu di di Niagara, Kanada pada 11-12 November 2025. Pernyataan tersebut termasuk membahas soal keamanan di Indo Pasifik menyangkut Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan hingga Ukraina.

"Persoalan Taiwan adalah urusan internal Tiongkok. Bagaimana menyelesaikan persoalan Taiwan adalah urusan rakyat Tiongkok yang tidak menoleransi campur tangan eksternal," ungkap Lin Jian.

Situasi di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan, kata Lin Jian, secara umum juga stabil.

"G7 harus berhenti menggunakan isu-isu maritim untuk memicu perselisihan, meningkatkan ketegangan, dan merusak perdamaian dan stabilitas regional," tambah Lin Jian.

Sedangkan terkait masalah Ukraina, Lin Jian meneybut China selalu bersikap terbuka dalam krisis Ukraina.

"Tiongkok tidak pernah menyediakan senjata mematikan kepada pihak mana pun yang berkonflik dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dengan tujuan ganda. Kami tidak pernah menerima tuduhan G7 yang tidak berdasar atau mengalihkan kesalahan," ungkap Lin Jian.

Lin Jian juga menyebut dalam hal perdamaian dan keamanan, Tiongkok adalah negara utama dengan rekam jejak terbaik karena Tiongkok berkomitmen teguh pada pembangunan damai dan kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif.

"Tiongkok selalu menjaga kekuatan nuklirnya pada tingkat minimum yang dipersyaratkan oleh keamanan nasional. G7 menutup mata terhadap tanggung jawab pelucutan senjata nuklir khusus dan utama AS serta risiko proliferasi nuklir dari AUKUS, sementara mengarahkan masalah ini ke Tiongkok," kata Lin Jian.

Langkah-langkah Tiongkok untuk menstandardisasi dan menyempurnakan sistem pengendalian ekspor, tambah Lin Jian, juga sudah sesuai dengan praktik umum internasional dan bertujuan untuk lebih baik mempertahankan perdamaian dunia dan stabilitas regional serta memenuhi kewajiban internasionalnya.

"Apa yang disebut 'kelebihan kapasitas Tiongkok' dan 'praktik non-pasar' telah terbukti salah berdasarkan fakta dan sama sekali tidak berdasar. G7 harus berhenti mempolitisasi dan menjadikan isu perdagangan sebagai senjata agar tidak mengganggu tatanan ekonomi internasional serta rantai industri dan pasokan global," tegas Lin Jian.

Dalam pernyataan bersama para menlu anggota G7 disebutkan G7 kembali menolk keras terhadap segala upaya sepihak untuk mengubah "status quo", khususnya dengan kekerasan atau paksaan, termasuk di Laut Tiongkok Timur dan Laut Tiongkok Selatan.

G7 juga menyatakan keprihatinan serius atas penggunaan manuver berbahaya dan meriam air di Laut Tiongkok Selatan, serta upaya untuk membatasi kebebasan navigasi dan penerbangan melalui militerisasi dan paksaan di Laut Tiongkok Selatan. G7 menegaskan kembali bahwa putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Arbitrase pada 12 Juli 2016 merupakan tonggak penting yang mengikat para pihak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

35 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.