- Home
-
- Megapolitan
-
- Resmikan Tangki Septik Kom...
Resmikan Tangki Septik Komunal Ramah Lingkungan, Gubernur Pramono Goreng Telur Pakai Biogas
Kamis, 13 Nov 2025, 13:35 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Instalasi Tangki Septik Komunal di Gang Delta, RT 4 RW 8, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/11). Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat sistem sanitasi berkelanjutan sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang sehat dan ramah energi.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur yang berhasil menekan angka buang air besar sembarangan (BABS) hingga mencapai 0 persen. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
"Bagi saya, yang paling menggembirakan adalah laporan dari Pak Wali Kota bahwa saat ini BABS terbuka di Jakarta Timur sudah 0 persen, karena semuanya sudah difasilitasi dengan instalasi seperti ini," ujarnya di hadapan warga dan jajaran pejabat Pemprov DKI.
Usai peresmian, Gubernur Pramono meninjau langsung proses pemanfaatan biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah tinja warga. Ia terlihat antusias mencoba kompor biogas dan bahkan menggoreng telur sendiri menggunakan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.
"Saya tadi juga goreng telur sendiri, yang satu untuk teman-teman wartawan, satu lagi untuk Pak Camat. Hasil gorengan saya sendiri," katanya sambil tertawa, disambut riuh tawa warga yang hadir.
Menurut Pramono, program pengelolaan limbah menjadi energi alternatif seperti biogas memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga mampu menghemat pengeluaran warga hingga Rp1,2 juta per tahun karena tidak perlu membeli elpiji.
"Ekosistem seperti ini akan terus kami kembangkan, termasuk di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Selain ramah lingkungan, program ini juga membantu masyarakat secara ekonomi," jelasnya.
Gubernur Pramono menambahkan, pengelolaan sanitasi yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan sistem pengolahan limbah yang tertata, kadar bakteri E. coli di lingkungan permukiman dapat ditekan secara signifikan, sehingga risiko penyakit menular juga menurun drastis.
"Aktivitas seperti ini akan memperkuat Jakarta sebagai kota global. Jika seluruh wilayah bisa seperti Jakarta Timur dengan BABS terbuka 0 persen, kualitas kesehatan warga akan meningkat drastis," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melaporkan bahwa proyek biogas di wilayahnya telah melayani 439 kepala keluarga atau sekitar 2.400 jiwa di tiga lokasi berbeda. Program serupa juga terus dikembangkan di beberapa wilayah lain untuk memperluas cakupan sanitasi layak bagi warga Jakarta Timur.
"Sejak groundbreaking pertama di Bidara Cina hingga sekarang, kami telah melayani hampir 3.000 kepala keluarga dengan sistem sanitasi layak. Program ini akan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak warga Jakarta Timur," ujar Munjirin.
Pemanfaatan biogas dari limbah rumah tangga di Pekayon menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Dengan mengubah limbah menjadi energi, warga tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta berencana memperluas penerapan sistem tangki septik komunal dan pengolahan biogas di berbagai wilayah kota. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Jakarta dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang sanitasi dan energi bersih.
Melalui inovasi tersebut, Jakarta diharapkan dapat menjadi kota besar yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi ibu kota sebagai kota global yang tangguh, hijau, dan peduli terhadap masa depan generasi mendatang.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.