Prancis Bidik Tiket Piala Dunia di Tengah Peringatan 10 Tahun Serangan Teror Paris
Kamis, 13 Nov 2025, 09:38 WIBPARIS, PRANCIS - Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Ukraina pada Kamis (13/11) malam waktu setempat di Parc des Princes, Paris, akan menjadi momen penuh makna. Pertandingan ini digelar bertepatan dengan peringatan 10 tahun serangan teror Paris 2015, tragedi yang menewaskan 130 orang dan meninggalkan luka mendalam di hati bangsa Prancis.
Pada malam 13 November 2015, serangkaian serangan terkoordinasi mengguncang ibu kota Prancis, termasuk ledakan di sekitar Stade de France, yang kala itu menjadi lokasi laga uji coba antara Prancis dan Jerman. Di stadion yang dihadiri hampir 80.000 penonton, termasuk Presiden saat itu, Francois Hollande,tiga ledakan terjadi di luar arena ketika pelaku bom bunuh diri mencoba menerobos masuk.
Pertandingan tetap dilanjutkan hingga usai dengan kemenangan 2-0 untuk Les Bleus, sementara di luar stadion, Paris dilanda kepanikan dan duka mendalam. Sebagian besar korban jiwa ditemukan di gedung konser Bataclan, tempat grup musik asal AS Eagles of Death Metal sedang tampil.
Kini, satu dekade kemudian, tak ada lagi pemain Prancis yang terlibat di malam kelam itu yang masih memperkuat tim nasional. Namun, Didier Deschamps, pelatih yang kala itu mendampingi tim, tetap menjadi sosok di balik kursi pelatih Les Bleus.
âDalam hati, saya merasa sebaiknya kami tidak bermain pada tanggal 13 November,â ungkap Deschamps dalam konferensi pers pekan lalu saat mengumumkan skuadnya.
âNamun kita punya kewajiban untuk mengenang apa yang terjadi. Akan ada momen hening sebelum pertandingan dimulai, dan setelah itu kami tetap harus bermain sepak bola.â
Selain menjadi ajang peringatan tragedi nasional, laga ini juga berpotensi menjadi penentuan kelolosan Prancis ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Les Bleus,juara dunia 2018 dan finalis 2022 di Qatar,memuncaki Grup D dengan dua laga tersisa. Mereka unggul tiga poin atas Ukraina di posisi kedua. Kemenangan atas Ukraina akan memastikan tiket Piala Dunia dengan satu pertandingan tersisa, sementara hasil imbang atau kekalahan masih menjaga peluang mereka untuk menyegel posisi puncak saat melawat ke Azerbaijan pada hari Minggu mendatang.
Di sisi lain, Ukraina harus menang jika ingin merebut posisi teratas dari Prancis. Jika gagal, mereka akan berjuang mempertahankan peringkat kedua dari kejaran Islandia demi tempat di babak play-off.
Skuad Prancis sendiri mengalami beberapa perubahan signifikan. NâGolo Kante, gelandang veteran yang kini bermain di Arab Saudi, dipanggil kembali dan berpotensi melakukan penampilan pertamanya bersama tim nasional dalam setahun terakhir.
Randal Kolo Muani (Tottenham Hotspur) sempat masuk daftar panggilan, namun terpaksa mundur karena mengalami patah rahang.
Sementara itu, Ousmane Dembele, bintang Paris Saint-Germain sekaligus peraih Ballon dâOr, absen karena cedera. Dalam pertemuan pertama melawan Ukraina di Polandia pada September lalu, Prancis menang 2-0 lewat permainan dominan dan efisien.
Kini, di tengah suasana emosional mengenang tragedi satu dekade lalu, Les Bleus berharap dapat memadukan penghormatan dan determinasi,untuk mengamankan tiket Piala Dunia sekaligus memberikan kemenangan bagi seluruh rakyat Prancis.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hungaria Batal Keluar dari ICC
-
Fasilitas Nuklir Jepang Aman Usai Diguncang Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo
-
Perkuat Tata Kelola Lingkungan Kawasan Industri, Kemenperin Sosialisasi Aturan Baru
-
Mentan Amran Dukung Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB, Siap Bawa ke Presiden
-
Ujitanding Biliar, Tim Tamu PWI Kalsel Menang Tipis 3-2 atas PWI DKI Jakarta
-
Gencatan Senjata 2 Minggu AS-Iran Sukses Tekan Harga Minyak Dunia
-
Sabtu, SIM Keliling Siap Layani Warga Jakarta di Empat Lokasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.