SBY Gelar Orasi Ilmiah Ekonomi Adil dan Berkelanjutan dalam Dies Natalis ITS ke-65
Rabu, 12 Nov 2025, 00:01 WIBSURABAYA -Peringatan Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diisi dengan orasi ilmiah oleh Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dikenal dengan SBY, Selasa (11/11).Â
SBY menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera: Perspektif Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan". Dia menyampaikan tiga pokok pikiran yang dapat membantu mencapai ekonomi adil dan berkelanjutan serta membawa Indonesia berkontribusi pada agenda dan kepentingan global.Â
Pokok pikiran pertama yakni dengan menanamkan dan menerapkan konsep pemakaian sesuai kebutuhan. SBY berpesan, sebagai manusia kita harus menghentikan keserakahan karena apa yang perlu kita ambil adalah apa yang kita butuhkan. âBegitu pula dengan menyusun ekonomi yang benar-benar diperlukan umat manusia,â tambah lelaki kelahiran Pacitan, 9 September 1949 itu.
Kedua, ekonomi Indonesia harus tetap tumbuh dengan minimal pertumbuhan 6 persen atau lebih. SBY menekankan, pertumbuhan ini harus diiringi dengan penerapan prinsip ekonomi yang adil bagi manusia dan lingkungan. âDengan begitu, Indonesia juga dapat ikut menjawab tantangan dunia dan mengatasi perubahan iklim,â ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Terakhir, lanjut SBY, diperlukan kebersamaan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun bangsa. Pemerintah, pihak swasta, akademisi, ilmuwan, dan tentunya masyarakat sipil harus berada pada jalan yang sama untuk mencapai cita-cita tersebut. âBila kita semua dalam perahu yang sama, pasti pembangunan ekonomi Indonesia akan efektif, kuat, dan sukses,â tegasnya optimistis.
Sementara itu, dalam gelaran kegiatan bertema Berkarya, Berinovasi, Berdampak ini juga disampaikan Laporan Tahunan Rektor 2025. Dalam laporannya, Rektor ITS Bambang Pramujati menegaskan komitmen Kampus Pahlawan dalam mewujudkan sistem integrasi data dan meningkatkan keamanan kampus. âLangkah ini diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik dan digital kampus,â tegas Bambang.
Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut mengungkapkan, komitmen ini diwujudkan dalam sejumlah program yang tergabung dalam ITS Satu Data serta ITS Smart and Secure. Sebagai perguruan tinggi teknologi, ITS memadukan ilmu dan teknologi guna mendukung lingkungan akademik yang lebih aman, nyaman, dan efisien. Upaya ini diharapkan mampu menopang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh ITS.
Pokok pikiran SBY turut mendukung keberlanjutan kehidupan yang lebih baik melalui tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Sejumlah poin yang didukung yakni poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Lebih rinci, dalam program ini, ITS melakukan integrasi data terpadu pada seluruh ekosistem aplikasi dan layanannya. Di tahun pertama, ITS Satu Data menghadirkan platform satudata.its.ac.id serta otomatisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal 2.0 serta Penelusuran Data Kepegawaian dan Keuangan. âITS juga memperluas jangkauan dan mempermudah akses aplikasi myITS Portal dan Office melalui ponsel pintar serta menghadirkan layanan pengaduan lewat platform Zoom,â tambah Bambang.
Sementara itu, Rektor ke-13 ITS ini mengungkapkan bahwa melalui ITS Smart and Secure, kampus membangun sistem keamanan fisik dan digital yang lebih mumpuni. ITS mengintegrasikan sistem pengawas seperti CCTV, gate, dan presensi face recognition secara terpusat dengan Command Center ITS. Serta melakukan sertifikasi ISO 27001 untuk Data Center ITS serta revitalisasi infrastruktur keamanan dan jaringan kampus.
Bambang menegaskan, sejatinya kedua program tersebut saling mendukung satu sama lain dalam mencapai kinerja dan manfaat terbaik. âDiharapkan dengan hadirnya sistem dan layanan yang lebih efektif ini dapat mendukung cita-cita ITS sebagai kampus yang aman dan inklusif,â tutur alumnus S1 Teknik Mesin ITS ini berharap.
Dalam kesempatan yang sama, Majelis Wali Amanat (MWA) ITS meluncurkan program pemeringkatan bernama Commitment to Impactful Transformation in Society (COMMITS). Ketua MWA ITS Prof Ir Mohammad Nuh DEA menjelaskan, pemeringkatan ini menilai kinerja perguruan tinggi berbasis dampak berupa manfaat yang diberikan kepada masyarakat berbasis transformasi. âKami mengajak perguruan tinggi lain untuk melakukan reorientasi tujuan dari penelitian dan pengajaran yang dilakukan,â ajaknya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Selat Hormuz Diblokade, ITS Perkuat Inovasi Energi Alternatif dan Terbarukan
-
Janice Tjen Melesat ke Peringkat 36 Dunia
-
ITS Sinergikan Energi Angin dan Surya untuk Tingkatkan Pertanian
-
Diduga Langgar Hak Pekerja Migran, Kementerian P2MI Hentikan Sementara P3MI di Bekasi
-
Tiongkok Memulai Liburan Imlek Selama 9 Hari
-
Pesan Tegas Wali Kota Palangka Raya untuk ASN Jelang Lebaran
-
ITS Luluskan 1.770 Wisudawan Berdaya Saing Global dalam Wisuda ke-133
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.