Peran Penting Pendidikan Dalam Masyarakat Multiagama dan Multikultural

Rabu, 12 Nov 2025, 23:15 WIB

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengingatkan peran keberagaman sebagai modal sosial (social capital) guna menjawab tantangan global melalui kolaborasi antar individu lintas batas.

“Sebagaimana saya katakan tadi, diversity atau keberagaman adalah sebuah anugerah ya bagi kita semua, sebagai modal untuk hidup lebih harmonis dalam semua bidang. Jadi, keberagaman itu sebagai social capital untuk hidup yang lebih baik, lebih harmonis,” kata Wamendikdasmen setelah menutup International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) atau Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) 2025 di Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat secara resmi menutup International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy (ICCCRL) 2025 Rabu sore (12/11/2025). — Sumber: Antara

Oleh karena itu, ia menilai masyarakat Indonesia hari ini memerlukan lebih banyak ruang berbagi literasi keberagaman, khususnya seputar keagamaan lintas budaya agar dapat menumbuhkan sikap empati dan tenggang rasa dalam melihat perbedaan di tengah arus globalisasi.

“Di sinilah literasi agama lintas budaya menemukan urgensi strategisnya. Literasi agama lintas budaya bukan sekadar pengetahuan tentqang ritual dan doktrin agama lain, melainkan kompetensi untuk berempati, terlibat secara kritis dan konstruktif, serta mendengarkan secara mendalam,” imbuhnya.

Atip menilai konferensi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari "Partisipasi Semesta" yang digaungkan oleh Kemendikdasmen.

"Pertemuan ini menegaskan kembali keyakinan kami bahwa mencapai dunia yang damai, saling menghormati, dan bermartabat harus melibatkan semua pemangku kepentingan," katanya.

Sebagai pesan kunci untuk menutup konferensi internasional tersebut, ia mengutip kalimat penyair kenamaan Jalaluddin Rumi.

"As Jalaluddin Rumi said, beyond right and wrong, there is a field, I'll meet you there. That is the essence of this conference, creating a space of encounter beyond prejudice," ujar Atip.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) dan Institut Leimena menggelar ICCCRL atau Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas pada tanggal 11-12 November 2025.

Konferensi Internasional LKLB dihadiri lebih dari 200 peserta dari 20 negara, yaitu Austria, Denmark, Jepang, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Belanda, Swiss, Inggris, Finlandia, Uzbekistan, Bahama, Bulgaria, serta negara-negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Laos, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

Para peserta merupakan pejabat pemerintah, akademisi, tokoh agama, pimpinan lembaga internasional, serta para guru alumni program LKLB dari berbagai provinsi di Indonesia.

Tema yang diangkat pada tahun ini ialah Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies guna menegaskan peran penting pendidikan dalam membangun sikap saling percaya di dalam masyarakat multiagama dan multikultural.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.